Indonesia Salah Satu Pasar Terbesar OVI Mail

Kompas.com - 23/02/2010, 12:23 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com - Kehadiran OVI Mail, layanan email gratis dari Nokia yang didesain agar nyaman digunakan di perangkat ponsel disambut antusias di seluruh dunia. Konsumen di Indonesia merupakan salah satu pengadopsi terbesar layanan ini sejak diluncurkan tahun lalu.

"Indonesia, Vietnam, dan Bangladesh merupakan pasar terbesar OVI Mail di seluruh dunia," ujar Chris Carr, Vice President Sales Southeast Asia Pacific (SEAP) Nokia, dalam Nokia Showcase 2010 di Bangkok, Thailand, yang berlangsung 22-23 Februari 2010.

Tanpa menyebut secara rinci berapa jumlah penggunanya, Carr hanya mengatakan bahwa 30 persen pengguna OVI Mail ada di wilayah SEAP - ASEAN plus Australia, Selandia Baru, dan Bangladesh. Jumlah pengguna OVI Mail sendiri secara keseluruhan, jelas Carr, saat ini sudah mencapai 6,5 juta.

OVI Mail merupakan layanan email berbasis web yang dapat diakses melalui desktop dan secara khusus dari ponsel Nokia yang mendukung. Nokia menyediakan kapasitas data 1 GB di layanan ini. Penggunanya juga dapat secara otomatsi mengakses semua layanan OVI lainnya seperti OVI Maps, aplikasi peta dan navigasi yang dapat diunduh cuma-cuma, OVI Music, dan bursa aplikasi OVI Store.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau