SEMARANG, Kompas.com - Mantan pebulu tangkis nasional, Ellen Angelina, mengatakan tim Uber harus lebih siap lagi untuk menghadapi tuan rumah Thailand pada babak kualifikasi Zona Asia.
"Thailand lebih kuat dibanding Singapura sehingga perlu persiapan yang lebih matang lagi menghadapi tuan rumah," katanya ketika dihubungi dari Semarang, Selasa (23/02/2010). Indonesia akan menghadapi Thailand pada Kamis (25/02).
Menurut dia, tuan rumah memiliki keunggulan di nomor tunggal (Salakjit Ponsana) dan ganda pertama (Voravichitchaikul/Saralee Thoungthongkam). "Saya kira Ardiyanti Firdasari dan pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda harus tampil ’all out’ lawan mereka," katanya.
Tetapi, kata juara tunggal putri Indonesia Open 2001 tersebut, yang lainnya jangan sampai dianggap ringan karena siapa tahu mereka yang tidak diperhitungkan justru bisa mencuri poin dari Indonesia. "Melawan Thailand, kita harus bisa mengambil poin dari dua tunggal dan satu ganda," kata Ellen yang kini menjadi pelatih pebulu tangkis kelompok pemula PB Djarum Kudus.
Pada pertandingan pertama, Maria Kristin dan kawan-kawan berhasil mengalahkan tim Singapura, 3-2. Kemenangan tersebut didapat dari satu tunggal (Maria Kristin) dan dua ganda (Greysia Polii/Nitya Krishinda dan Lilyana Natsir/Shendy Puspa).
Dua pebulutangkis tunggal putri, yaitu Ardiyanti Firdasari dan Maria Febe Kusumastuti kalah dari tunggal pertama dan kedua Singapura. "Saya kira kekalahan Firdasari dan Febe karena mereka masih melakukan penyesuaian dengan kondisi lapangan dan menghadapi tekanan penonton. Biasa dalam pertandingan pertama selalu seperti itu," katanya.
Ia mengatakan, untuk kekalahan Febe atas Xing Aiying karena ajang ini merupakan yang pertama bagi Febe bermain di nomor beregu. "Kalau pertemuan Febe dengan Aiying memang sudah beberapa kali dan mereka saling mengalahkan," katanya.
Tim Uber Indonesia tergabung di Grup X bersama Singapura, Thailand, Korea Selatan, dan Srilanka. Rabu (24/02) Indonesia akan menghadapi Srilanka.