Rasya Makin Emoh Bertemu Tamara Bleszynski

Kompas.com - 23/02/2010, 22:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kabar pernikahan model dan pesinetron Tamara Bleszynski dengan Mike Lewis di Bali pada 2 Februari 2010 lalu sampai juga ke kuping Rasya, putra semata wayang Tamara dan Teuku Rafly.

Rasya sangat marah ketika mengetahui bahwa ibunya telah menikah dengan model berkebangsaan Kanada itu. Saking kesalnya, Rasya dikabarkan makin enggan bertemu ibunya itu.

Seorang perempuan paruh baya yang ditemui sejumlah wartawan di kediaman orangtua Teuku Rafly di Jalan Tirtayasa Raya, Jakarta Selatan, Selasa (23/2/2010) malam, mengiyakan kabar itu. "Anaknya sendiri yang enggak mau ketemu," ujar perempuan yang namanya enggan disebutkan itu.

Sejak rumah tangga Teuku Rafly dan Tamara kisruh dan berujung pada perceraian, Rasya memang kurang sreg dengan Tamara. Ia bahkan memilih tinggal bersama Rafly dan neneknya. 

"Ini rumah ibu (Rafly). Sejak cerai, Pak Rafly lebih banyak kumpul di rumah ibu, walaupun sebenarnya punya rumah sendiri. Anaknya (Rasya) memang senang di sini. Anaknya enggak mau pindah, lebih senang tinggal sama neneknya," bebernya.

Apa Tamara pernah bertemu Rasya? "Terakhir ke sini ya ramai-ramai sama wartawan itu. Setelah itu enggak pernah ke sini lagi," ungkap perempuan yang mengaku sebagai pembantu rumah tangga di kediaman ibu Rafly itu. (C9-09)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau