Scherzinger-Hamilton Rajut Lagi Cinta yang Terkoyak

Kompas.com - 23/02/2010, 23:03 WIB

KOMPAS.com - Rupanya, kisah cinta antara Lewis Hamilton dan Nicole Scherzinger belum mencapai babak akhir. Setelah pada Januari lalu mereka mengumumkan secara resmi telah mengakhiri jalinan kasihnya karena ingin fokus ke kariernya masing-masing, kini dua selebritis dari dunia balapan mobil Formula 1 dan dunia tarik suara tersebut tampaknya merajut kembali cerita cintanya yang sempat terkoyak.

Ciuman mesra yang diperlihatkan di depan umum menjadi indikasinya. Tanpa perasaan sungkan bakal dilihat orang lain, dua anak manusia yang pernah menjalin cinta selama 20 bulan itu berciuman ketika kemarin berbelanja di Hollywood. Bahkan, ada juga beberapa foto mesra yang diposting, sebagai bukti.

Tak cuma itu. Apa yang diperlihatkan Hamilton, 25, dan Nicole, 31, bukan cuma menunjukkan bahwa mereka bakal jadian lagi, tetapi tampaknya mantan juara dunia F1 2008 dan anggota grup vokal Pussycat Doll tersebut sudah siap melangkah ke tahap yang lebih tinggi lagi, yaitu menikah.

Ya, Hamilton dan Scherzinger diduga sedang mempersiapkan rencana pernikahannya yang akan diadakan pada akhir tahun ini. Hal tersebut diperkuat oleh jawaban Scherzinger, ketika ditanya oleh asisten toko selama mereka berbelanja.

Entah serius atau cuma guyonan, sambil tersenyum wanita cantik dengan tubuh langsing dan seksi itu mengatakan, "Tahun ini--gaun pengantinku."

Bahkan, seorang sumber mengatakan kepada The Sun, bahwa Scherzinger yang sekarang tinggal di Los Angeles, rela mengorbankan rencananya untuk pergi ke luar negeri hanya untuk mewujudkan pertemuan nan mesra ini. Diperkirakan, mereka juga sudah mengungkapkan keinginan untuk membuka kembali kisah yang lama dan siap membangun lagi puing-puing cinta yang berantakan.

"Mereka telah mengambil keputusan yang sulit, dan keduanya menyesal," demikian pernyataan sumber tersebut seperti yang dilansir Daily Mail, Selasa (23/2/10).

Kembali ke peristiwa bulan Januari, Scherzinger dan Hamilton secara baik-baik memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka dan hanya sebagai teman dekat. Ini dilakukan, karena baik Hamilton maupun Scherzinger ingin fokus pada kariernya masing-masing.

Nah, setelah itu Scherzinger bisa menyelesaikan album solonya dengan judul "Her Name Is Nicole", sedangkan Hamilton fokus pada tim McLaren untuk F1 2010, di mana dia akan berduet dengan kompatriotnya dari Inggris yang merupakan juara dunia 2009, Jenson Button.

Ah... ini yang namanya cinta lama bersemi kembali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau