Wapres Tinjau Lokasi Longsor Tenjolaya dengan Helikopter

Kompas.com - 24/02/2010, 05:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Boediono dijadwalkan akan menggunakan helikopter TNI-AU Superpuma untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana longsor di Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Rabu (24/2) pagi ini.

Dari Base Ops Pangkalan TNI-AU Halim Perdana Kusuma Jakarta, Boediono akan terbang menggunakan pesawat Kepresidenan milik TNI-AU RJ-85. Selanjutnya, dari Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Boediono jika kondisi udara memungkinkan akan menggunakan Helikopter TNI-AU Super Puma menuju lokasi longsor di Desa Tenjolaya tersebut.

Namun, bilamana cuaca buruk, Boediono akan menggunakan jalur darat dengan iring-iringan kendaraan dengan jarak 90 Kilometer. Direncanakan, Boediono akan didampingi sejumlah menteri di antaranya Menteri Sosial Salim Segaf AlJufrie dan sejumlah staf dan deputi di lingkungan Sekretariat Wapres.

Menko Kesra Agung Laksono dijadwalkan tidak akan mendampingi, karena harus mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang harus pergi ke Denpasar, Bali, untuk menghadiri pertemuan internasional mengenai lingkungan hidup.

Dari informasi yang diterima Kompas.com, Selasa (23/2) malam, keberangkatan Wapres Boediono ke lokasi bencana yang disebut-sebut menewaskan belasan orang dan mengubur hidup-hidup puluhan warga Desa Tenjolaya yang berprofesi sebagai pemetik daun teh karena instruksi Pesiden Yudhoyono untuk segera berangkat.

Padahal, jadwal agenda Boediono di Istana Wapres, cukup padat. Pada pukul 09.00 wib ia akan menerima Dubes Rusia di Jakarta Alexander A Ivanov dan menerima Ketua Badan Wakaf Indonesia KH Tholhah Hasan pada pukul 10.00 wib. Sore harinya , pada pukul 15.00 wib, Boediono akan menerima Gubernur Provinsi Papua Barnabas Suebu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau