Yamaha Mio 125 Ketangkap Kamera Sedang Berseliweran

Kompas.com - 24/02/2010, 08:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tampaknya, ucapan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia bahwa mereka masih punya enam senjata produk baru hingga akhir tahun bukan cuma bualan. Buktinya, salah satu produk terbaru, Yamaha Mio 125, sudah terlihat seliweran di jalanan ibu kota Jakarta.

Ditemukannya model baru Yamaha ini sinkron dengan ucapan Presiden Direktur YMKI Dyonisius Beti di Jakarta, Senin (22/2/2010) lalu. "Untuk setiap model baru, kami akan uji coba dulu durability (daya tahan) hingga 50.000 kilometer sebelum masuk tahapan produksi massal," ujar Dyon.

Ternyata, Mio 125 kini sudah memasuki tahap uji coba dari pabrikan. Maka dari itu, skutik ini tak lama lagi akan segera diluncurkan. Ia akan bersaing dengan rival utama, Honda PCX serta Suzuki Skywave dan Skydrive.

Beberapa pekan lalu, merek berlambang garpu tala ini lebih dulu meluncurkan skutik andalan tersebut di Thailand. Duo pebalap MotoGP dari tim Fiat Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, bahkan ikut merayakan peluncurannya di pasar Negeri Gajah Putih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau