Ali Abdullah Bantah Terlibat Terorisme

Kompas.com - 24/02/2010, 11:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Al Khelaiw Ali Abdullah alias Ali, tersangka teroris yang diduga terlibat dalam peledakan dua hotel di Mega Kuningan, yaitu JW Marriott dan Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2010). Ia akan mendengar dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU).

Warga Arab Saudi itu, sebelum sidang dimulai, membantah tuduhan terlibat dalam kegiatan teroris di Indonesia. Ali menceritakan, ia masuk ke Indonesia pada November 2008 untuk berobat. Saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, tanpa disengaja ia bertemu dengan tersangka teroris Saefudin Zuhri yang telah tewas tertembak saat penggerebekan tim Densus 88 di Ciputat, Tangerang Selatan.

Saefudin, kata dia, saat itu menawarkan diri sebagai penerjemah selama tinggal di Indonesia dan ia menerima tawaran itu. "Hanya sebagai penerjemah, sejauh saya membutuhkan dia. Kalau mau ke pasar, ke Bogor, ke Jakarta saya panggil dia," ucap Ali dengan bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan oleh salah satu wartawan.

Ali mengaku saat itu tidak mengetahui bahwa Saefudin seorang teroris. Ia juga membantah telah memberikan dana seperti yang dituduhkan untuk kegiatan teroris di Indonesia. "Saya tahu dia (Saefudin) berstatus teroris waktu saya ditangkap. Kalau saya tau, saya tidak akan mendekam di sini. Saya akan pergi ke luar negeri," ucap dia.

"Saya terzalimi dengan dituduh sebagai teroris, padahal saya bukan teroris. Bahkan, saya menentang tindakan terorisme dan melawan perbuatan itu. Saya mencintai perdamaian dan berusaha mengajak manusia kepadanya," ucap Ali.

Saat ini sidang Ali belum dimulai. Ali masih menunggu di ruang tahanan yang letaknya di belakang Gedung Pengadilan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau