Latihan Chris John Masih Bersifat Umum

Kompas.com - 24/02/2010, 13:25 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Program latihan yang diterapkan Craig Christian, kepada pemegang gelar Super Champions Kelas Bulu WBA, Chris John, masih bersifat umum karena belum ada calon lawannya untuk pertarungan perebutan gelar di Bali.

"Kalau nanti sudah ada lawan, baru fokus ke arah tertentu. Kalau sekarang, dia mengatakan kepada saya bahwa latihannya masih bersifat umum," kata istri Chris John, Anna Maria Megawati, di Semarang, Rabu (24/2/2010).
   
Menurut ibu dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) tersebut, sejak berlatih di Sasana Herry’s Gym Perth, Australia, akhir Januari 2010, latihan masih diperuntukkan menstabilkan berat badan, menjaga kondisi, dan lain sebagainya.
   
Apalagi, kata mantan atlet wushu Jateng tersebut, setelah libur bertanding sekitar empat bulan, berat badannya mencapai 65-67 kilogram atau naik 10 kilogram dari berat normalnya.
   
Ketika ditanya bayaran yang bakal diterima Chris John saat mempertahankan gelar di Bali mendatang tidak sebesar seperti saat bertanding di Amerika Serikat dan Jepang, dia mengatakan tidak masalah, yang penting itu membuat Chris John nyaman. "Yang penting juga harus sesuai standar atau kelayakan saja. Chris John bisa naik ring di Indonesia dan yang mementaskan dia (Chris John) di Tanah Air saja sudah merupakan kebanggaan," katanya.

Menurut dia, kalau sudah menekuni dan menggeluti tinju, uang justru nomor dua. "Chris John bisa main di negaranya sendiri sudah cukup membanggakan dan sebagai ungkapan rasa nasionalismenya," katanya.
   
Promotor Chris John, Zaenal Thayeb, mengatakan, bayaran untuk Chris John antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar. "Saya sudah bicara dengan manajer sekaligus pelatihnya, Craig Christian, bahwa bayaran yang akan diterima Chris John tidak sebesar kalau dia main di Amerika Serikat atau Jepang," katanya.

Menurut pemilik Sasana Mirah Boxing Camp tersebut, Craig Christian juga sudah memahami hal itu karena pertarungan di Bali mendatang tidak semata-mata karena mencari uang, tetapi lebih banyak upaya mempromosikan potensi wisata Indonesia (Bali) ke dunia internasional. "Kita juga ingin petinju Indonesia juga dikenal di dunia internasional," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau