Ritel

Kemendag Pertanyakan Perizinan 7-Eleven

Kompas.com - 24/02/2010, 14:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan mempertanyakan status perizinan usaha ritel convenience store 7-Eleven. Saat ini, 7-Eleven sudah membuka gerai di beberapa tempat di Jakarta antara lain Bulungan, Jakarta Selatan dan Menteng, Jakarta Pusat.

Kemendag menengarai, perusahaan convenience store kelas dunia itu tidak mengantongi memiliki izin sesuai dengan peruntukan gerainya. "Izinnya itu dipertanyakan, apakah dia itu restoran atau convenience store," jelas Subagyo, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan di Jakarta, Selasa  (23/2/2010) malam.

Subagyo mengaku tak mengetahui secara pasti bentuk izin usaha 7 Eleven karena pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin apapun terhadap perusahaan tersebut. "Izin itu bukan kami (Kemendag) yang mengeluarkan, itu dari daerah," jelas Subagyo.

Dia menjelaskan, jika izin usaha 7-Eleven berupa restoran maka yang berhak mengeluarkan adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Namun, jika izin 7-Eleven itu adalah convenience store maka yang berhak mengeluarkan adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah.

Nah, yang menjadi masalah, kata Subagyo, jika pengajuan izin usaha 7-Eleven adalah convenience store, maka hal itu dinilai melanggar. Sebab, izin usaha convenience store tak boleh untuk asing.

Sekedar mengingatkan, dalam aturan Daftar Negatif Investasi (DNI), perusahaan yang bisa membuka convenience store hanya bagi perusahaan dalam dengan kepemilikan 100 persen dari dalam negeri dan tertutup bagi pemain asing.

Saat ini, Kemendag sedang mencari informasi untuk menyelidiki izin usaha 7-Eleven tersebut.Sayangnya, Subagyo mengaku, pihaknya belum bisa menegur karena izin usaha 7-Eleven bukan dikeluarkan oleh kemendag. "Seperti 7-Eleven yang saya lihat di Bulungan itu izinnya restoran, tapi disana juga ada store dan kantinnya," ujarnya.

Asal tau saja, 7-Eleven yang berbasis di di Dallas, Texas itu saat ini sudah memiliki 36.000 convenience store di 15 negara. (Asnil Bambani Amri/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau