Hongkong Ambil Langkah Dinginkan Pasar Properti

Kompas.com - 24/02/2010, 14:49 WIB

HONGKONG, KOMPAS.com - Hongkong mengumumkan akan memperkenalkan sejumlah langkah untuk mendinginkan pasar properti yang overheating, termasuk meningkatkan penyediaan lahan perumahan dan memberlakukan bea materai bagi apartemen mewah.

Pejabat Keuangan Hongkong, John Tsang mengatakan dalam pidato anggaran tahunannya hari Rabu (24/2/10) bahwa pemerintah prihatin atas kegilaan properti di Hongkong baru-baru ini, yang didukung masuknya dana 640 miliar dollar Hongkong (atau 82 miliar dollar AS) sehingga dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi.

"Jika arus modal itu berbalik atau suku bunga menguat kembali, harga aset akan menjadi tidak stabil. Kondisi ini pada gilirannya akan berdampak pada stabilitas sistem keuangan kita dan pemulihan ekonomi riil," kata John.

"Untuk mengurangi risiko spekulasi pasar properti mewah, bea materai untuk penjualan properti senilai lebih dari 20 juta dollar Hongkong akan dinaikkan dari 3,75 persen menjadi 4,25 persen mulai bulan April 2010," tandasnya.

Para pembeli apartemen mewah ini tidak diizinkan lagi menunda pembayaran bea materai.

"Aturan ini dapat diperpanjang bila spekulasi yang berlebihan terdeteksi dalam perdagangan properti yang lebih murah," ungkapnya.

Tsang mengatakan pemerintah juga berusaha meningkatkan pasokan lahan permukiman, dengan rencana melelang sejumlah kawasan permukiman perkotaan pada dua tahun ke depan jika kondisi pasar mengizinkan.

John Tsang juga berjanji mencegah ekspansi berlebihan dalam pinjaman hipotek. Dia menyebutkan akan meminta bank mengambil langkah lebih lanjut untuk memastikan permohonan pinjaman hipotek jika diperlukan.

Harga sejumlah apartemen mewah kembali pada puncaknya bulan Januari lalu, seperti booming tahun 1997. Sedangkan harga apartemen ukuran kecil dan sedang sekitar 23 persen lebih rendah.

"Langkah stimulus yang dilakukan pemerintah di seluruh dunia, telah meningkatkan likuiditas. Aliran dana besar masuk ke Asia, menyetir harga aset lebih tinggi," kata Tsang.   

China daratan juga mengalami kenaikan harga properti dengan kenaikan tercepat dalam 17 bulan pada bulan Desember lalu setelah Beijing mendorong pengurangan pajak. Persyaratan pembayaran uang muka dan pinjaman yang lebih rendah juga meningkatkan sektor ini. (AFP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau