Hayooo... Mahasiswa ITB Harus Kembali ke Khitah

Kompas.com - 24/02/2010, 14:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemenangan tim "BigBang" Institut Teknologi Bandung (ITB) berkat penelitian yang mereka namai dengan Moses di beberapa event internasional pada 2009 lalu diharapkan menjadi motivasi bagi gairah riset dan penelitian di kalangan mahasiswa Indonesia.

Demikian dikatakan oleh Kepala Biro Kemahasiswaan ITB Jaji S Satira di sela jumpa pers kemenangan tim "BigBang" di Tanoto Student Research Award (TSRA) 2009 di Jakarta, Rabu (24/2/2010). Jaji mengatakan, ukiran prestasi ini perlu dijadikan pemompa langkah dan pemikiran mahasiswa ITB untuk kembali pada khitahnya, yaitu sebagai cendekiawan intelektual yang bukan semata hanya sibuk turun ke jalan dan berdemonstrasi, tetapi meneliti dan membuat karya ilmiah.

"Turun ke jalan tetap penting, tetapi untuk permasalahan-permasalahan sosial di masyarakat saat ini mahasiswa ITB harus lebih menekankan pada aksi-aksi nyata yang aplikatif dan bisa dimanfaatkan langsung sebagai sebuah solusi," ujar Jaji.

Mulai 2007, lanjut Jaji, sejak ITB menggiatkan keikutsertaan para mahasiswa dalam berbagai himpunan mahasiswa pada berbagai lomba penelitian hingga saat ini, semakin banyak mahasiswa di himpunan-himpunan kemahasiswaan yang membuat dan mengirimkan karya-karya ilmiahnya untuk dilombakan.

"Hasilnya, jangan heran, pada pekan ilmiah mahasiswa nasional yang lalu jumlah proposal dari ITB bisa sampai 300," ujar Jaji.

Lebih lanjut, kata Jaji, prestasi tim "BigBang" yang terdiri dari empat mahasiswa jurusan Teknik Informatika ITB itu juga diharapkan dapat menjawab tantangan tentang masih minimnya dukungan pendanaan riset dan penelitian di kalangan generasi muda Indonesia selama ini. Menurutnya, prestasi dengan dukungan yang besar akan berbuah manis bagi generasi yang akan datang.

Adapun tim "Bigbang" dengan penelitian yang dinamainya Moses-nya itu berhasil mengukir prestasi pada Imagine Cup Indonesia 2009 (Juara I Kategori Desain Peranti Lunak) di Jakarta, Imagine Cup 2009 World Wide Final (Juara I Kategori Window Mobile Award) di Kairo, Indonesia ICT Award/INAICTA 2009 (Nominator Student Project tingkat Universitas) di Jakarta, Asia Pacific ICT Alliance/APICTA Award 2009 (Merrit Award-Tertiary Student Project) di Australia, serta Lomba Karya Ilmiah Antar Himpunan ITB atau TSRA 2009 di Bandung.

"Mereka harus kembali pada khitahnya sebagai cendekiawan muda," tambah Jaji.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau