Maret, PT KAI Mulai Tertibkan Bangli Dekat Rel

Kompas.com - 24/02/2010, 14:52 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Mulai awal Maret hingga enam bulan ke depan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops VIII akan mulai menertibkan bangunan liar (bangli) dekat rel yang ada di wilayah Surabaya dan Sidoarjo.

"Target gangli yang akan ditertibkan pertama kali adalah yang berada di Tambak Mayor. Di kawasan itu ada dua ratus bangli. Setelah rampung, giliran bangli yang berada di Wonokromo-Waru dan Sidotopo yang akan ditertibkan," kata Humas PT KA Daops VIII, Herry Winarno saat dimintai konfirmasi, Rabu (24/2/2010).

Dia menuturkan, Wonokromo-Waru berdiri sekitar 300 bangli. Di antara bangunan yang akan ditertibkan, 90 persennya merupakan bangli. Sedangkan 10 persen adalah bangunan permanen yang berdiri atas izin dan perjanjian dengan PT KAI. Untuk menertibkan bangunan permanen, kata Herry, pihaknya akan bekerjasama dengan Satpol PP dan polisi.

"Sebelumnya sudah ada perjanjian bahwa bangunan yang berdiri di atas tanah PT KAI boleh ditempati tapi harus ditinggalkan jika sewaktu-waktu diminta. Kami tidak akan memberi kompensasi atas itu," tegasnya.

Penertiban ini dilakukan oleh PT KAI Daops VIII usai terjadinya peristiwa anjloknya dua gerbong kereta api (KA) barang dan KA pembangkit di perlintasan KA Dupak ketika akan keluar dari Stasiun Pasar Turi, Senin (22/2/2010) pagi pukul 10.50 WIB.

Kini, lanjut Herry, pihaknya akan lebih serius melakukan penggusuran. Bangli kerap membuat fungsi rel kurang sempurna, karena terhalang batu atau kotoran lain yang bisa membahayakan laju kereta," tuturnya.

Dalam UU nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian diatur daerah milik jalan (damija) KA pada radius 5 hingga 20 meter. "Nantinya sekeliling rel akan dipagar, dan bangunan yang berada dalam radius tertentu akan dibongkar. Memang sulit, tapi tetap akan kami lakukan," kata Herry.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau