Sebatang Pohon Suci Ditanam di Ancol

Kompas.com - 24/02/2010, 19:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budikarya Sumadi, Rabu (24/2/2010), menanam sebatang tumbuhan yang dianggap suci oleh umat Hindu dan Buddha di lahan padang golf Ancol.

Penanaman yang dilakukan bersama jajaran direksi Ancol itu merupakan tanda ditutupnya padang golf tersebut untuk kemudian disulap menjadi taman terbuka hijau yang diberi nama Ancol Ecopark.

Tumbuhan suci itu merupakan tumbuhan langka bernama latin Ficus religiosa atau biasa disebut pohon bodhi. Menurut keterangan yang tertera di sebuah papan informasi, pohon bodhi merupakan suku ara-araan yang dikenal di agama Buddha sebagai tempat sang Buddha Gautama bersemadi dan memperoleh pencerahan.

Selain langka serta bernilai budaya, termasuk religi, Kepala Humas Taman Impian Jaya Ancol Sofia Cakti mengatakan bahwa pohon bodhi dapat mengeluarkan oksigen sepanjang hari, selama 24 jam. Pohon ini tidak seperti pohon jenis lain yang mengeluarkan oksigen hanya pada siang hari. "Pohon bodhi asli India, tapi kami ambil yang peranakan Indonesia, dari Bogor," katanya.

Sofia juga mengatakan, sebatang pohon bodhi yang ditanam akan menjadi simbol bagi taman hayati Ancol Ecopark yang akan diluncurkan pada akhir 2010. Pohon bodhi terlihat memiliki daun yang cukup lebar berbentuk hati dengan batang yang lebar menyerupai beringin.

Selain menanam pohon bodhi, Taman Impian Jaya Ancol juga menanam sejumlah tumbuhan langka lainnya, seperti eboni yang memiliki kayu berkualitas yang biasa dijadikan mebel, seperti kursi dan piano, dengan harga mahal.

Pohon langka yang satu ini merupakan pohon besar yang menyuplai banyak oksigen. Pohon-pohon langka tersebut akan menghiasai taman keanekargaman hayati Ancol Ecopark yang akan diluncurkan akhir tahun ini.

Ecopark merupakan taman terbuka hijau yang dilengkapi fasilitas bermain, hiburan, dan sarana belajar di Ancol.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau