ATHENA, KOMPAS.com — Pesawat-pesawat tidak terbang. Kantor-kantor kementerian dan sekolah-sekolah tutup di Yunani, Rabu (24/2/2010), ketika karyawan sipil dan swasta melakukan mogok nasional untuk memprotes tindakan-tindakan penghematan yang didukung Uni Eropa itu.
Pemogokan 24 jam itu adalah pemogokan gabungan pertama yang diserukan serikat-serikat pekerja publik dan swasta, yang mewakili separuh dari tenaga kerja Yunani yang berjumlah lima juta orang, sejak pemerintah Sosialis menang dalam pemilu Oktober tahun lalu.
Keikutsertaan sejumlah pemogok dianggap sebagai barometer jumlah rakyat Yunani yang mendukung usaha-usaha pemerintah untuk mengurangi defisit dalam mengatasi krisis fiskal yang mengguncang pasar-pasar dan menimbulkan kecemasan tetangga-tetangganya di Uni Eropa.
Athena tengah dibanjiri poster-poster dan pamflet-pamflet yang menyerukan agar warga Yunani mogok. Slogan yang ditampilkan adalah "Rakyat dan kebutuhan mereka lebih penting dari pada pasar".
Sejumlah toko tutup dan lalu lintas di ibu kota Yunani, Athena, lebih sepi ketimbang hari biasa. Massa di tempat-tempat perhentian bus di tengah kota itu mengeluh karena masalah angkutan umum.
Seluruh penerbangan kecuali untuk situasi darurat ke dan dari Yunani dihentikan dan kapal-kapal feri juga tidak beroperasi.
Ratusan orang berkumpul untuk kemudian bergerak ke gedung parlemen sekitar pukul 10.00 GMT atau 17.00 WIB.
"Saya melakukan mogok menentang pemotongan gaji. Saya mogok karena yang lainnya mencuri uang, sementara kami adalah pihak yang akan membayarnya," kata karyawan sipil berusia 36 tahun, Michalies Korileos.
"Mereka memotong gaji saya, sementara saya memiliki dua anak. Sulit untuk menanganinya," akunya.
Keluhan-keluhan utama para pemrotes adalah pembekuan gaji publik, kenaikan pajak, dan peningkatan usia pensiun. Semua ini merupakan bagian dari rencana penghematan pemerintah.
Sementara itu, sejumlah orang menanggap tidak punya alasan untuk mogok. "Saya tidak ingin ikut serta dalam pemogokan itu," kata pemilik stasiun gas berusia 62 tahun, Dimitris Marivllos.
Pemogokan itu dilakukan pada saat para pejabat EU berkunjung untuk memantau apakah Yunani masih pada rencana untuk memotong defisit dobel digit.
Berdasarkan penelitian yang cermat dari para pembuat kebijakan EU dan pasar-pasar, pemerintah sejauh ini menolak menyetujui tuntutan-tuntutan para pemrotes.
Menteri Keuangan George Papacnstantinou, Selasa, mengatakan bahwa pemerintah harus memutuskan beberapa tindakan untuk mengurangi defisit setelah melakukan perundingan dengan para inspektur EU yang sedang mengunjungi negara itu.
Serikat-serikat pekerja mengatakan bahwa rencana pemerintah itu hanya akan membebani masyarakat miskin. Mereka pun mengancam akan melancarkan pemogokan lagi bulan depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang