athena, rabu
Sambil membawa spanduk dan poster, para pemrotes berjalan ke gedung parlemen menentang pembekuan kenaikan gaji publik, kenaikan pajak, dan penambahan usia pensiun.
”Hari ini mata Eropa akan tertuju pada kita. Hari ini kita berdemonstrasi demi harapan dan masa depan untuk membatalkan langkah-langkah (pemerintah),” kata Yannis Panagopoulos, pemimpin serikat pekerja swasta GSEE.
Ini merupakan pemogokan gabungan pertama oleh serikat pekerja publik dan swasta yang mewakili separuh angkatan kerja Yunani sejak pemerintah sosialis menang pada pemilu Oktober 2009.
Kebanyakan toko masih buka kendati bank-bank tutup dan lalu lintas di ibu kota yang biasanya padat terlihat sepi. Semua penerbangan, kecuali penerbangan darurat, dari dan ke Yunani berhenti, begitu juga dengan layanan feri. Monumen-monumen, seperti Acropolis, tutup.
”Saya mogok menentang pemotongan gaji karena pihak lain yang mencuri uang, tetapi kami yang harus membayar. Mereka memotong gaji saya, padahal saya punya dua anak yang harus dibesarkan,” kata Michalis Koroleos, salah satu pegawai negeri yang ikut mogok.
Aksi mogok itu bertepatan
Di bawah pengawasan para pembuat kebijakan dan pasar Uni Eropa, Pemerintah Yunani
Serikat pekerja Yunani menyatakan, rencana pemerintah untuk mengurangi defisit hanya membebani rakyat miskin. Mereka mengancam akan kembali menggelar aksi mogok pada bulan depan.
Eropa sedang dilanda pemogokan massal. Sebelumnya, Jerman, Inggris, Spanyol, dan Portugal juga telah mengalami aksi mogok massal.
Di Jerman, para pilot Lufthansa mogok, menyebabkan ratusan penerbangan dibatalkan dan menimbulkan kekacauan perjalanan udara sejak Senin. Mereka mogok karena khawatir Lufthansa akan mengurangi biaya bagi stafnya dengan mengalihkan pekerjaan kepada orang-orang dari luar Jerman.
Para pekerja Spanyol, yang merasa tidak senang dengan
Di Portugal, serikat pekerja kedua terbesar di negara itu memperingatkan akan kembali menggelar aksi mogok jika pemerintah tetap memperpanjang pembekuan kenaikan gaji di sektor publik pada tahun ini.
Dari Paris dilaporkan, hingga kemarin penerbangan di negara itu masih terganggu akibat aksi mogok oleh para pengatur lalu lintas udara. Sejak Selasa, mereka memprotes modernisasi pengontrol lalu lintas udara yang bisa berdampak pada pengurangan pekerja.
Juru bicara bagi otoritas penerbangan sipil Perancis, DGAC, mengatakan, akibat aksi mogok itu, separuh penerbangan di Bandar Udara Orly dibatalkan dan seperempat penerbangan di Bandar Udara Charles de Gaulle juga dibatalkan.
Maskapai penerbangan nasional Perancis, Air France, Selasa malam, memperkirakan akan mengoperasikan penuh layanan penerbangan jarak jauh. Akan tetapi, hanya 75 persen penerbangan domestik dan penerbangan Eropa dari Bandara Charles de Gaulle serta 50 persen penerbangan dari Bandara Orly yang akan dioperasikan.
Serikat pekerja menyerukan mogok selama lima hari mulai Selasa, menentang kesepakatan modernisasi kontrol lalu lintas udara yang ditandatangani oleh Belgia, Perancis, Jerman, Luksemburg, Belanda, dan Swiss.
Pemerintah Perancis mengusulkan agar pengatur lalu lintas udara dilibatkan dalam negosiasi soal traktat Eropa.