JAKARTA, KOMPAS.com — Ada kabar gembira buat para debitor perbankan. Kabar gembira itu datang dari pertemuan antara kalangan industri, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, dan Menteri BUMN Mustafa Abubakar.
Salah satu hasil penting pertemuan yang berlangsung kemarin adalah kesepakatan penurunan bunga kredit bank. "Kami sepakat bersama-sama, akan ada upaya menggiring tingkat bunga itu pelan-pelan turun," ujar Darmin. Namun, Darmin buru-buru menambahkan, bunga kredit tak bisa segera turun.
Soal besaran penurunan bunga kredit terungkap dari Mustafa. "Bunga kredit bisa turun 1 persen-2 persen lagi, sehingga lebih kompetitif. Kita lihat komponen biaya produksi cukup tinggi," jelasnya.
Menurut Mustafa, bank-bank pemerintah berupaya terus menurunkan bunga kredit. "Tapi harus diikuti dengan penurunan bunga kredit bank swasta, kalau tidak sama nanti tidak adil," tegasnya.
Sementara MS Hidayat berharap, penurunan kredit bisa segera dilakukan. "Ini untuk pemberdayaan sektor rill. Karena bunga kredit tersebut merupakan komponen biaya," tambahnya.
Namun, Hidayat belum bisa menentukan kisaran bunga kredit yang pas untuk kredit sektor produktif. "Kami sedang menghitung berapa spread (selisih bunga) yang ideal. Prinsipnya hal ini akan dilakukan supaya kompetitif dan tak merugikan industri perbankan," tegas Hidayat.
Pembiayaan bersama
Kendati belum memutuskan strategi penurunan bunga kredit perbankan yang ampuh tersebut, menurut Darmin, salah satu caranya adalah membenahi struktur biaya perbankan dan spread-nya. "Kita lihat datanya secara detail, mana yang bisa ditekan turun atau aturan mana yang bisa kita ubah, sehingga biaya bank bisa turun," jelasnya.
Alternatif lain, yaitu mengerjakan pembiayaan yang sama. "Contohnya, empat bank BUMN bergabung membiayai kredit, sehingga cost of credit lebih murah," ujar Darmin.
Manajemen Bank Mandiri, bank terbesar di Indonesia, mengaku belum bisa menanggapi upaya penurunan suku bunga kredit tersebut. "Saya belum dengar, jadi belum bisa kasih komentar," ucap Pahala N Mansyuri, Chief Financial Officer Bank Mandiri.
Sementara Komisaris Independen BRI Aviliani berpendapat, bunga kredit perbankan tahun ini berpotensi turun hingga 2 persen. "Sekarang likuiditas cukup besar, hal ini bisa dilihat dari besarnya aliran dana asing," terang Aviliani.
Menurut Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU) BI, rata-rata bunga dasar kredit per Rabu (24/2/2010) sebesar 12,6 persen. Artinya, jika turun 2 persen, maka rata-rata bunga dasar kredit itu bisa mencapai 10,6 persen. (Kontan/Roy Franedya, Agung Ardyatmo, Irma Yani)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang