Bridge Mundur dari "The Three Lions"

Kompas.com - 25/02/2010, 19:50 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Melalui pengacaranya, bek Manchester City dan tim nasional (timnas) Inggris, Wayne Bridge, menyatakan mundur dari timnas karena belum siap berada satu tim dengan bek John Terry. Dengan begitu, Bridge dipastikan tak bakal tampil di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Perselisihan keduanya dipicu oleh perselingkuhan Terry dengan mantan kekasih Bridge, Vanessa Perroncel. Meski berstatus mantan, menurut media Inggris, Bridge sangat mencintai Perroncel dan karenanya begitu marah kepada Terry.

Media Inggris sempat berspekulasi bahwa terungkapnya aib itu bisa berujung pengunduran diri Bridge dari timnas Inggris. Bridge disebut hanya mau membela timnas, bila Terry tak berada di sana dan ini adalah keputusan yang tak mungkin diambil Capello.

Namun, sejumlah kalangan, termasuk Federasi Sepak Bola Inggris (FA), berusaha meyakinkan Bridge untuk tidak mundur. Capello juga berharap begitu. Menurutnya, Bridge merupakan bek kiri terbaik kedua setelah Ashley Cole di kiri. Capello bahkan menjamin Bridge berangkat ke Afrika Selatan.

Bridge memang tidak secara langsung pernah menanggapi sikap FA dan Capello. Namun, menurut sejumlah kalangan, misalnya pelatih City, Roberto Mancini, mengatakan bahwa Bridge siap menanggalkan urusan pribadinya dengan Terry dan menerima panggilan timnas.

Ternyata, Bridge tak cukup profesional untuk bermain di sebelah orang yang meniduri mantan kekasihnya. Ketimbang merusak performa Inggris, ia pun memilih mundur, sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Ini adalah pernyataan resmi pertama Bridge, semenjak aib Terry-Perroncel terungkap.

"Aku telah berpikir lama dan keras mengenai posisiku di timnas Inggris, menyusul pemberitaan dan peristiwa selama beberapa pekan ini. Selalu merupakan kehormatan bermain untuk Inggris. Namun, setelah berpikir panjang, aku yakin, posisiku tak dapat dipertahankan dan (bila dipaksakan) berpotensi memecah belah tim," ungkap Bridge dalam pernyataan yang disampaikan pengacaranya.

"Karenanya, demi kepentingan tim dan untuk menghindari kekacayan, dengan sedih, aku memutuskan tidak menempatkan diriku untuk seleksi itu. Aku sudah memberitahukan hal ini kepada manajemen (timnas). Aku mengharapkan yang terbaik bagi Inggris di Afrika Selatan," tambahnya.

Pernyataan itu membuat media Inggris memprediksi, bahwa relasi Bridge dan Terry juga tak mungkin diperbaiki. Dengan begitu, akan menarik menunggu keduanya tampil saat City menghadapi Chelsea di pentas Premier League akhir pekan ini. Pasalnya, menurut media Inggris, bila diturunkan, Bridge akan menolak berjabat tangan dengan Terry.

Sementara itu, Capello dipastikan menjadi salah satu orang yang paling dipusingkan oleh pengunduran diri Bridge. Pasalnya, mengingat Cole masih cedera, ia belum punya bek kiri lain, setidaknya untuk dimainkan dalam laga persahabatan melawan Mesir, 3 Maret mendatang. (SCN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau