DPRD Biak Tolak Beras Bulog

Kompas.com - 26/02/2010, 02:00 WIB

BIAK, KOMPAS.com - Kalangan DPRD Kabupaten Biak Numfor, Papua, menolak pengiriman 3.200 ton beras untuk keluarga miskin (raskin) yang dipasok Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) melalui kapal KM Sentosa karena tidak layak dikonsumsi.
     
Wakil Ketua II DPRD Biak Jan Dantje Kbarek dalam keterangan pers di Biak, Kamis (25/2/2010) mengatakan, sesuai hasil inspeksi mendadak (sidak) gabungan komisi II dan III DPRD di gudang Bulog maupun di atas kapal menemukan kualitas beras sangat buruk. "Warna beras yang dikirim ke Biak  berwarna kecoklatan dan bergumpulan hitam sehingga sangat tidak layak dikonsumsi untuk jatah raskin, pegawai maupun jatah beras TNI/Polri," katanya tentang hasil sidak beras tersebut.
    
Dia menambahkan, temuan lain atas beras yang dipasok Perum Bulog ke Kabupaten Biak Numfor ukuran berat beras satu karung tidak mencukupi 15 kilogram. Bahkan dari hasil temuan sidak Dewan terhadap berat beras Bulog, lanjutnya, satu karung beras hanya berkisar 14,2 kilogram dan 14,8 kilogram.
    
Ia mengharapkan, pimpinan Perum Bulog, pengusaha pemasok maupun pihak terkait penyalur beras Bulog ke Kabupaten Biak Numfor harus bertanggungjawab serta tidak mengedarkan beras kepada masyarakat.
    
Pimpinan DPRD Biak, lanjutnya, telah menyurati Perum Bulog Divisi Regional Biak maupun pihak pemasok beras untuk menghentikan sementara pasokan beras sebelum dilakukan verifikasi atau penjelasan terhadap temuan sidak dewan. "Sisa beras yang baru dibongkar di pelabuhan sebanyak 800 ton jangan diedarkan ke masyarakat sebab tidak memenuhi standar kelayakan untuk dikonsumsi," kata Dantje Kbarek.
    
Upaya yang ditempuh DPRD, lanjut Kbarek didampingi Ketua Komisi II Hermanus Warwer akan melakukan rapat dengar pendapat yang dijadwalkan Sabtu mendatang. "Jangan karena mutu beras jelek dipaksakan diedarkan ke masyarakat sebab sangat tidak manusiawi," tegas Dantje Kbarek.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau