Ganti Tabung Elpiji, Ayah dan Anak Terluka Bakar

Kompas.com - 27/02/2010, 01:54 WIB

GRESIK, KOMPAS.com- Dua warga Desa Ngepung, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, yakni Suwaji (42) dan anaknya Novi (17), mengalami luka bakar serius dan hingga kini dirawat di RSUD Ibnu Sina Gresik. Keduanya mengalami luka bakar saat hendak mengganti elpiji yang habis.

Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Kedamean, Ajun Komisaris Adi Saputro Jumat (26/2/2010), menjelaskan, Novi mengalami luka bakar 65 persen sedangkan Suwaji 45 persen di tubuhnya.

Peristiwa itu bermula saat Suwaji seperti biasa, menggoreng jajan gorengan untuk dijual ke Surabaya. Saat itu, salah satu dari enam kompor elpiji tidak menyala karena elpijinya habis. Suwaji bermaksud mengganti elpiji yang habis dengan tabung baru. Setelah tabung diganti dan dipasang regulator, tabung baru itu ternyata bocor.

Suwaji bermaksud mematikan seluruh kompor gas yang sebelumnya dinyalakan. Bau elpiji yang bocor sudah menyengat, dan sebagian mulai tersulut api. Suwaji pun panik, dia memanggil Novi. Sementara pembantu keluarga Suwaji, Parti, meminta tolong warga sekitar.

Api dapat dipadamkan, tetapi Suwaji dan Novi mengalami luka bakar. Kejadian itu dilaporkan warga ke polisi. Petugas Polsek Kedamean dipimpin Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Brigadir Edy Suharyo ke lokasi kejadian untuk menyelidiki lebih lanjut sebab kebocoran tabung elpiji itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau