BARCELONA, KOMPAS.com - Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengungkapkan, pembelian Zlatan Ibrahimovic dari Inter Milan, akhir musim lalu, sebetulnya terjadi tidak sengaja. Menurutnya, ketika dalam perjalanan dari Ukarina ke Barcelona, ia tiba-tiba menghubungi Presiden Inter Milan dan terjadilah negosiasi itu.
Laporta menjelaskan, ide mendatangkan penyerang baru datang dari pelatih Josep "Pep" Guardiola. Saat itu, ada tiga kandidat, yaitu David Villa dan Diego Forlan. Ketiga pemain ini diplot menggantikan Samuel Eto'o, yang tak masuk rencana Guardiola.
Rencana itu belum matang saat Laporta bernegosiasi dengan klub Ukraina, Shakhtar Donetsk, untuk pembelian bek Dymtro Chygrynskiy. Namun, ketika terbang di atas kota Milan, dalam perjalanan pulang, Laporta berpikir untuk mampir dan tanpa terduga mendapat sambutan baik dari Presiden Inter, Massimo Moratti. Untuk mendapatkan Ibra, Barcelona kemudian harus mengeluarkan uang sebesar 45 juta euro atau sekitar Rp 570 miliar plus Eto'o.
"Saya sedang dalam perjalanan dari Ukraina Ukarina, setelah menegosiasikan transfer Dymtro Chygrynskiy. Ketika itu kami memikirkan permintaan pelatih Guardiola soal penyerang pengganti Samuel Eto'o. Pilihannya adalah Ibra, David Villa, dan Diego Forlan. Saat itu, kami terbang di atas Milan. Kemudian saya meminta pilot untuk mengubah arah dan mendarat," ungkap Laporta.
"Saya tidak ingat apakah kami mendarat di bandara Malpensa atau Linate. Namun, kesepakatan terjadi dalam penerbangan itu. Saya menelepon Massimo Moratti dari pesawat dan ia mengundang kami ke rumahnya sehingga kami bisa bersepakat. Itu karena relasi kami luar biasa," ujarnya. (SKY)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang