Barcelona Tak Sengaja Beli Ibrahimovic

Kompas.com - 27/02/2010, 18:39 WIB

BARCELONA, KOMPAS.com - Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengungkapkan, pembelian Zlatan Ibrahimovic dari Inter Milan, akhir musim lalu, sebetulnya terjadi tidak sengaja. Menurutnya, ketika dalam perjalanan dari Ukarina ke Barcelona, ia tiba-tiba menghubungi Presiden Inter Milan dan terjadilah negosiasi itu.

Laporta menjelaskan, ide mendatangkan penyerang baru datang dari pelatih Josep "Pep" Guardiola. Saat itu, ada tiga kandidat, yaitu David Villa dan Diego Forlan. Ketiga pemain ini diplot menggantikan Samuel Eto'o, yang tak masuk rencana Guardiola.

Rencana itu belum matang saat Laporta bernegosiasi dengan klub Ukraina, Shakhtar Donetsk, untuk pembelian bek Dymtro Chygrynskiy. Namun, ketika terbang di atas kota Milan, dalam perjalanan pulang, Laporta berpikir untuk mampir dan tanpa terduga mendapat sambutan baik dari Presiden Inter, Massimo Moratti. Untuk mendapatkan Ibra, Barcelona kemudian harus mengeluarkan uang sebesar 45 juta euro atau sekitar Rp 570 miliar plus Eto'o.

"Saya sedang dalam perjalanan dari Ukraina Ukarina, setelah menegosiasikan transfer Dymtro Chygrynskiy. Ketika itu kami memikirkan permintaan pelatih Guardiola soal penyerang pengganti Samuel Eto'o. Pilihannya adalah Ibra, David Villa, dan Diego Forlan. Saat itu, kami terbang di atas Milan. Kemudian saya meminta pilot untuk mengubah arah dan mendarat," ungkap Laporta.

"Saya tidak ingat apakah kami mendarat di bandara Malpensa atau Linate. Namun, kesepakatan terjadi dalam penerbangan itu. Saya menelepon Massimo Moratti dari pesawat dan ia mengundang kami ke rumahnya sehingga kami bisa bersepakat. Itu karena relasi kami luar biasa," ujarnya. (SKY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau