Chelsea Malu Besar

Kompas.com - 28/02/2010, 03:30 WIB

LONDON, SABTU - Pemimpin klasemen Chelsea harus menanggung malu besar setelah dipecundangi Manchester City 2-4 (1-1) pada duel Liga Inggris di Stamford Bridge, Sabtu (27/2). Wajar mereka malu. Kapten John Terry ditolak bersalaman. Dua pemain mereka, Juliano Belletti dan Michael Ballack, diusir.

Ini kekalahan pertama Chelsea di kandang pada semua ajang kompetisi sejak November 2008. Meski kalah, Chelsea tetap di puncak klasemen dengan nilai 61 dari 28 laga, unggul satu poin di atas Manchester United. Adapun City menembus peringkat keempat dengan nilai 49 dari 27 laga.

Hasil itu membuktikan, reputasi Pelatih City Roberto Mancini tidak kalah kelas dengan mantan rivalnya dari Italia, Carlo Ancelotti, Pelatih Chelsea. Dua pelatih itu bermusuhan sejak keduanya mengarsiteki dua klub satu kota di Milan, Inter (Mancini) dan AC Milan (Ancelotti).

Sebelum laga dimulai, sebuah drama menghangatkan Stamford Bridge. Bek kiri City, Wayne Bridge, menolak bersalaman dengan kapten dan bek Chelsea, John Terry, pada sesi perkenalan tim. Ini untuk pertama kedua pemain bertemu satu laga sejak skandal perselingkuhan Terry dengan mantan tunangan Bridge, Vanessa Perroncel, terungkap.

Terry sudah mengajukan tangan untuk bersalaman saat Bridge akan lewat di depannya. Namun, Bridge memalingkan muka, menolak tawaran Terry bersalaman, dan lewat begitu saja sebelum menjabat tangan pemain-pemain Chelsea lainnya.

Pelatih timnas Inggris, Fabio Capello, hadir di stadion itu. Dengan peristiwa tersebut, ia mendapat pertimbangan baru, apakah akan merekrut Bridge untuk Piala Dunia atau tidak.

Bridge, yang juga mantan rekan Terry di Chelsea sebelum hijrah ke City pada 2009, menyatakan diri tidak mau tampil di Piala Dunia karena tak bisa berada satu tim dengan Terry. Akibat skandal itu, Terry telah dicopot dari kapten timnas.

Sejak pertama kali menggiring bola, Bridge selalu disoraki suporter Chelsea. Dari permainan, Chelsea seperti akan memanen banyak gol setelah peluang demi peluang mereka ciptakan. Mulai dari tendangan Joe Cole yang ditepis kiper Shay Given, tandukan dan sepakan Didier Drogba yang melambung tipis, tendangan Nicolas Anelka yang juga ditangkap Given, dominasi Chelsea berpuncak pada gol Frank Lampard menit ke-42.

Dimulai aksi Tevez

Namun, lewat serangan balik cepat, striker City, Carlos Tevez—yang baru pulang kampung ke Argentina, mengurus kelahiran prematur anak keduanya—mengobrak-abrik benteng pertahanan Terry dan Ricardo Carvalho sebelum menceploskan gol balasan jelang turun minum.

Di babak kedua, City menambah gol lewat striker Craig Bellamy pada menit ke-51 dari sudut sempit kanan gawang kiper Chelsea, Henrique Hillario, pengganti Petr Cech yang cedera.

John Obi Mikel, yang kurang rapat menutup ruang gerak Bellamy saat gol itu tercipta, ditarik dan digantikan Juliano Belletti pada menit ke-60, bersamaan ditariknya Cole yang digantikan Daniel Sturridge.

Namun, Belletti hanya tampil 15 menit karena ia dikartu merah wasit Mike Dean setelah melabrak Gareth Barry di kotak penalti. Bukan itu saja, City mendapat hadiah penalti yang sukses dieksekusi Tevez, menit ke-76.

Permainan Chelsea kian berantakan dan membuat gelandang Michael Ballack lepas kontrol. Ia menggunting Tevez dan diganjar kartu merah. Tiga menit menjelang laga usai, Bellamy menambah gol kemenangan City.

Sebagian pendukung Chelsea telah meninggalkan stadion, 10 menit terakhir dan tidak sempat melihat gol penalti Lampard menit ke-90. (AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau