Penjualan Mobil Melonjak

Kompas.com - 01/03/2010, 04:16 WIB

Jakarta, Kompas - Berbagai kasus kelemahan teknologi otomotif di Amerika Serikat, yang menyangkut produk Toyota dan Honda, tidak berpengaruh pada pasar otomotif di Indonesia. Penjualan mobil pada awal 2010 justru meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan mobil pada Januari 2010 sebanyak 52.806 unit. Padahal, pada periode yang sama 2009 angka penjualan hanya 31.624 unit dan pada Januari 2008 sebanyak 41.377 unit.

Penjualan ritel pada awal tahun ini masih dipimpin Toyota, dengan angka penjualan 20.803 unit. Di urutan berikutnya Daihatsu 8.300 unit, Mitsubishi 6.855 unit, Suzuki 4.815 unit, Honda 3.755 unit, Isuzu 1.800 unit, serta prinsipal otomotif lainnya.

Menurut Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan di Jakarta, Minggu (28/2), pemanggilan kembali produk Toyota di Amerika Serikat tidak berpengaruh signifikan pada pasar Toyota di Indonesia.

”Penjualan dari pabrikan ke dealer atau wholesales kami selama Januari mencapai 20.800 unit, sementara ritel sales dari dealer ke konsumen 19.500 unit dari total pasar mencapai 52.000 unit. Jadi, kita punya pangsa pasar 39,4 persen,” kata Johnny.

Sementara itu, Honda dengan angka penjualan 3.755 unit pada awal tahun ini telah menguasai 7,1 persen pangsa pasar otomotif nasional.

Angka penjualan Honda itu meningkat 84,2 persen dibandingkan dengan penjualan pada Januari 2009.

Menurut Direktur Pemasaran dan Pelayanan Purnajual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy, peningkatan penjualan pada awal tahun ini memberikan harapan besar terhadap meningkatnya pasar otomotif Indonesia tahun ini.

”Nilai tukar rupiah yang stabil, suku bunga kredit yang relatif rendah, serta pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan menjadi faktor yang mendukung peningkatan pasar otomotif pada tahun ini,” kata Jonfis.

Sementara itu, hal yang bisa menghambat pertumbuhan pasar otomotif Indonesia, menurut Johnny, antara lain masalah stabilitas politik dan perpajakan. ”Karena itu, kita berharap kondisi politik selalu stabil,” ujarnya.

Produk baru

Jonfis menjelaskan, guna menyegarkan pasar, industri otomotif akan selalu meluncurkan produk-produk baru. Honda, misalnya, tahun ini meluncurkan model terbaru dari Honda CR-V. Pada Januari 2009 sebanyak 22 unit Honda CR-V model terbaru terjual.

Kontribusi terbesar penjualan Honda berasal dari produk hatchback, yaitu Honda Jazz, yang mencatat penjualan 2.275 unit pada bulan Januari. Dengan angka penjualan itu, Honda Jazz memimpin segmen hatchback dengan pangsa pasar 53 persen. Pangsa pasar ini meningkat dibandingkan dengan akhir tahun 2009 yang hanya 48 persen.

Selain produk terbaru, industri otomotif juga merebut pasar dengan layanan purnajualnya. Toyota, misalnya, terkait

pembaruan sistem pada produk Toyota Prius generasi ke-3 di Indonesia telah melakukan layanan dari rumah ke rumah. Layanan ini, menurut Johnny, telah selesai dilakukan per 17 Februari.

”Ini sudah menjadi tanggung jawab Toyota sebagai produsen untuk dapat melakukannya dengan cepat agar dapat memberikan yang terbaik bagi pelanggan,” ujar Johnny.

Menurut dia, untuk penjualan Februari 2010, jumlah order sudah lebih besar daripada penjualan Januari ataupun Desember 2009.

”Penjualan dari pabrikan ke dealer diperkirakan pada Februari tahun ini bisa mencapai 22.000 unit,” tutur Johnny.

(OSA)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau