Perusahaan

CEO Harus Dihukum jika Salah Investasi

Kompas.com - 01/03/2010, 08:00 WIB

OMAHA, KOMPAS.com – Miliuner Warren Buffett, dalam surat tahunannya kepada para pemegang saham, menyarankan perusahaan harus menciptakan hukuman berat kepada para eksekutif yang menuai masalah karena investasi berisiko. Surat tersebut disebarkan pada Sabtu (27/2/2010) dari Omaha.

Perusahaan Buffett, Berkshire Hathaway Inc, membukukan kenaikan pendapatan bersih sebesar 61 persen karena nilai investasi dan derivatifnya naik pesat pada 2009. Bisnisnya pada konstruksi perumahan membantu kinerja Berkshire melampaui kinerja S & P 500 untuk pertama kali sejak 2004.

Buffett pada suratnya  banyak menulis ini untuk mengulang kembali dasar bisnis yang telah membuat perusahaannya menjadi raksasa. Akan tetapi, surat itu tidak menyampaikan cara bagaimana perusahaan harus melakukan manajemen risiko.

Buffett mengatakan, para CEO dan dewan yang telah mempekerjakannya harus membayar dengan harga tinggi jika perusahaan mereka terjebak dalam masalah lantaran investasi berisiko. Buffett mengeluhkan, bukan CEO atau direktur yang paling menderita karena kegagalan perusahaan semasa krisis ekonomi, melainkan para pemegang saham.

”Menurut pandangan saya, dewan direksi dari institusi finansial gagal menjalankan tugasnya jika tidak dapat mendesak CEO-nya untuk menanggung beban penuh atas kontrol risiko,” tulis Buffett. ”Jika dia tidak mampu melakukan hal itu, dia harus mencari pekerjaan baru,” ujar Buffett.

Buffett mengatakan kepada para pemegang sahamnya, dia bertanggung jawab atas risiko yang diambil oleh Berkshire. Dia juga memiliki 98 persen kekayaan bersihnya yang terkait dengan saham Berkshire sehingga dia secara pribadi akan terguncang jika perusahaan itu membentur masalah.

Untung

Kontrak-kontrak derivatif Berkshire membantu keuntungan yang belum terealisasi sebesar 787 juta dollar AS dari investasi setelah pada 2008 membukukan kerugian sebesar 7,5 miliar dollar AS.

Sebagian besar derivatif Berkshire dioperasikan serupa dengan polis asuransi. Beberapa di antaranya melindungi apakah indeks saham tertentu akan melemah pada 15 atau 20 tahun mendatang. Kontrak lain melindungi kerugian kredit sekitar 100 perusahaan dan beberapa kontrak lain melindungi risiko kredit perusahaan swasta.

Investasi seperti itu membantu Berkshire membukukan pendapatan bersih sebesar 8.055 miliar dollar AS atau 5.193 dollar AS (Rp 48 juta) per saham kelas A pada 2009. Pendapatan bersih itu naik 61 persen dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu yang sebesar 4.994 miliar dollar AS atau 3.224 dollar AS (Rp 30 juta) per saham kelas A. Kinerja ini juga di atas perkiraan para analis.

Meski demikian, Buffett mengakui, ada kesalahan tahun lalu, yaitu membiarkan utang dan kerugian pada NetJet terlalu lama. Juga membiarkan kartu kredit melalui unit asuransi Geico berganti menjadi kegagalan yang harus dijual sebesar 50 juta dollar AS sebelum pajak kerugian.

Buffett memberikan banyak pencerahan dan pendidikan bagi para pemegang saham baru di suratnya itu. Pemegang saham Berkshire bertambah 65.000 pada Februari lalu sebagai bagian dari akuisisi operator kereta api Burlington Northern Santa Fe Corp. Para investor baru itu mungkin tidak paham dengan pendekatan tertulis Buffett yang menangani sekitar 80 anak perusahaan.

Bisnis Berkshire termasuk perusahaan pakaian, perabotan, dan perhiasan. Namun, bisnis asuransi dan utilitasnya menempati lebih dari separuh penghasilan perusahaan. Berkshire juga memiliki investasi utama pada perusahaan, seperti Coca-Cola Co dan Wells Fargo & Co.

Analis Justin Fuller mengatakan, lebih dari dua tahun Buffett menggunakan surat tahunannya untuk berbicara mengenai Berkshire. (AP/JOE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau