BEIJING, KOMPAS.com — Amerika merupakan pasar terbesar Toyota. Namun, sejak mencuatnya rentetan aksi recall di Negeri Paman Sam, pangsa pasar Toyota merosot. Sementara itu, pabrikan mobil terbesar di Jepang dan bahkan di dunia ini tampaknya mulai serius menggarap pasar mereka di China. Negeri berpenduduk lebih 1 miliar jiwa itu bahkan berhasil menyalip Amerika sebagai penjual mobil terbanyak tahun lalu.
Bukti keseriusan ini terlihat ketika orang nomor satu di Toyota Motor Corp (TMC) Akio Toyoda (53) mengunjungi Negeri Tirai Bambu, Senin (1/3/2010). Cucu pendiri Toyota dan Presiden TMC itu perlu menyampaikan kejadian sesungguhnya terkait masalah-masalah yang terajadi pada produk Toyota. Rencananya, Toyoda akan melakukan jumpa wartawan di Chinese Capital, seperti dikutip kantor berita Dow Jones, Senin ini.
Namun, sumber dari Toyota Amerika yang punya hubungan dekat dengan Toyoda membantah soal manuver Presiden TMC itu. Dia mengatakan, "Tidak benar kalau Toyota menjadikan China sebagai kekuatan baru untuk menyaingi Amerika setelah kami menjelaskan situasi dan meminta maaf kepada anggota parlemen," sebutnya melalui telepon internasional.
Di China, produk Toyota yang terkena recall karena pedal gas adalah RAV4 dan berjumlah 75.552 unit atau sangat kecil dibandingkan jumlah recall di Amerika dan dunia, yang secara total mencapai 8,5 juta unit. Namun, selama 2009, total penjualan mereka mencapai 989.000 unit atau naik dari 2008 dengan jumlah 209.000 unit.
Toyota memang terlambat melakukan ekspansi di China dan kalah cepat dibanding pesaingnya, Volkswagen AG (Jerman) dan General Motors Co (Amerika).
China sendiri berhasil menyalip Amerika sebagai pasar penjulan terbesar di dunia untuk mobil dengan rekor penjualan 13 juta unit, sedangkan di Amerika tercatat 10 juta unit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang