JAKARTA, KOMPAS.com — Sekjen Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta menyindir ”aksi” Staf Khusus Presiden Bidang Sosial dan Bencana Alam Andi Arief. Andi, yang belakangan ini vokal mengungkap kasus dugaan L/C fiktif politisi PKS, M Misbakhun, dinilai bertindak di luar kapasitasnya.
Menurut Anis, Andi seharusnya lebih banyak mengurusi persoalan bencana alam yang tengah melanda. Salah satunya, bencana tanah longsor di Ciwidey, Tasikmalaya, Jawa Barat. ”Apa yang dilakukan (Andi Arief) di luar kewenangannya. Andi Arief lebih tepat mengurusi Ciwidey,” kata Anis di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/3/2010).
Anis menilai, apa yang dilakukan para staf khusus Presiden merupakan bentuk ”perang urat syaraf” kepada partai-partai koalisi. Termasuk pernyataan Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana yang mengungkapkan adanya upaya lobi partai koalisi kepada Presiden untuk menghentikan sejumlah kasus hukum.
PKS membantah pernyataan Denny. ”Yang jelas bukan PKS yang dimaksud. Kasus Pak Misbakhun silakan saja diproses hukum. Diangkatnya kasus ini juga bagian dari perang urat syaraf itu,” kata Anis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang