JAKARTA, KOMPAS.com - Kendati kebijakan Asean China Free Trade Agreement (ACFTA) mulai diterapkan awal tahun ini, namun Indonesia masih mencatatkan surplus perdagangan 2,03 miliar dollar AS pada Januari 2010.
Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat, nilai ekspor Januari 2010 sebesar 11,57 miliar dollar AS dan untuk impor mencapai 9,54 miliar dollar AS. Demikian disampaikan Kepala BPS Rusman Heriawan saat jumpa pers, di Kantor BPS, Jakarta, Senin (1/3/2010). "Untuk perdagangan bulan Januari kita masih surplus," kata Rusman.
Rusman merinci, nilai impor Indonesia Januari 2010 turun 7,35 persen dibanding Desember 2009 yang besarnya 10,30 dollar AS. Namun, dibandingkan Januari 2009, nilainya meningkat 2,94 miliar dollar AS atau 44,58 persen.
Impor nonmigas Januari 2010 mencapai 7,59 miliar dollar AS atau turun 618, 4 juta miliar dollar AS dibanding impor Desember 2009, sedangkan jika dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan sebesar 2,26 miliar dollar AS atau 42,62 persen.
Untuk nilai impor migas Januari 2010 mencapai 1,96 miliar dollar AS atau turun 6,60 persen dibanding impor Desember 2009. Sebaliknya terjadi peningkatan 52,74 persen dibanding Januari 2009.
Nilai impor nonmigas terbesar Januari 2010 yaitu golongan barang mesin pesawat mekanik dengan 1,43 miliar dollar AS setelah mengalami peningkatan 0,90 persen dibandbulan sebelumnya. Sedangkan jika dibanding Januari 2009, nilainya meningkat 13,31 persen.
Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari 2010 ditempati oleh China dengan 1,41 miliar dollar AS, diikuti Jepang 1,07 miliar dollar AS, dan Singapura mencapai 0,78 miliar dollar AS. Sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 22,41 persen dan Uni Eropa sebesar 8,91 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang