JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didorong bersikap tegas merespons polah partai-partai politik yang tergabung dalam gerbong koalisi pemerintahannya. Jika partai koalisi tak sepakat dengan kebijakan pemerintahannya, silakan keluar dari koalisi.
Hal itu disampaikan pengamat politik CSIS, J Kristiadi, di sela diskusi Kamar Riset Publik (KRP) di Hotel Nikko, Jakarta, Senin (1/3/2010). ”Koalisi harus solid, menurut saya. Saya sendiri yakin paling koalisi hanya sampai 2012. Setelah itu tidak. Oleh karena itu, SBY harus tegas,” tuturnya.
Ia menyampaikan pandangan ini terkait sikap sejumlah partai koalisi yang tidak ”bersahabat” terhadap pemerintahan SBY-Boediono dalam pandangan akhir mereka di Pansus Century.
Selanjutnya, menurut Kristiadi, SBY seyogianya percaya diri dengan 60 persen suara masyarakat yang memilihnya dalam pilpres lalu. SBY harus benar-benar menunjukkan keyakinan terhadap dukungan dan kepercayaan rakyat di awal baginya. ”Jangan lagi tampil seakan-akan dia merasa dizalimi, tapi tampil dengan berani. Itu sebagai konsekuensi,” ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang