Kido Paling Pas Berpasangan dengan Hendra!

Kompas.com - 01/03/2010, 14:35 WIB

SEMARANG, Kompas.com - Mantan pebulu tangkis nasional, Hastomo Arbi, mengatakan, tim Thomas Indonesia perlu merombak nomor ganda untuk berlaga pada putaran final di Kuala Lumpur, Malaysia, Mei 2010.

"Saya kira masuknya Hendra Setiawan akan memengaruhi kekuatan Indonesia di nomor ganda putra karena pada babak kualifikasi Zona Asia di Thailand, pebulu tangkis ini tidak tampil karena sakit," katanyanya, Senin (1/3/10).

Ia mengemukakan, absennya Hendra memang memengaruhi kekuatan Taufik Hidayat dan kawan-kawan karena Markis Kido tidak memiliki pasangan yang pas.

Hastomo, yang menjadi pahlawan Piala Thomas 1984 dengan mengalahkan Han Jian (China), mengatakan, ganti pasangan saat latihan memang hal yang wajar untuk menghindari kebosanan.

"Tetapi saya melihat Markis Kido lebih pas atau cocok dipasangkan dengan Hendra," katanya.

Pada kualifikasi Piala Thomas zona Asia, Kido dipasangkan dengan Avent Yulianto Chandra. Ini terjadi lantaran Hendra Setiawan absen, karena sakit.

Tim Thomas Indonesia lolos ke putaran final di Malaysia, Mei 2010, setelah pada partai final babak kualifikasi Zona Asia berhasil mengalahkan Korea Selatan, 3-2.

Tiga angka tersebut direbut dari nomor tunggal yaitu Taufik Hidayat mengalahkan Park Sung Hwan 21-19, 21-15, Sony Dwi Kuncoro mengalahkan Kim Sa Rang 21-9, 24-22, dan Simon Santoso mengalahkan Choi Ho Jin 21-18, 21-19.

Dua ganda putra kalah dari Korea. Pasangan Markis Kido/Alvent Yulainto kalah dari Ko Sung Hyun/Yoo Yeon Seong, 21-14, 19-21, 14-21 dan Ryan Sukmawan/Jonathan Suryatama kalah dari Hwang Ji Man/Kim Ki Jung 21-19, 11-21, 12-21.

"Saya kira kalau untuk nomor tunggal dengan kekuatan Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, dan Simon Santoso sudah cukup solid. Tinggal merombak nomor ganda putra saja dengan memasukan Hendra," katanya.

"Jadi, mau tidak mau Kido/Hendra harus dipertahankan untuk perebutan Piala Thomas di Malaysia mendatang," kata Hastomo yang kini menjadi Asisten Manajer PB Djarum Kudus.

Beberapa tim yang sudah memastikan berlaga pada putaran final mendatang adalah China (juara bertahan), Malaysia (tuan rumah), Australia (Oceania), Nigeria (Afrika), Denmark, Polandia, dan Jerman (Eropa), Indonesia, Korea, dan India.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau