Ada Upaya "Seragamkan" Sikap Koalisi

Kompas.com - 01/03/2010, 15:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pertemuan-pertemuan antarpartai koalisi gencar dilakukan menjelang perumusan rekomendasi akhir Pansus Angket Kasus Bank Centuy. Apa yang dibicarakan? Anggota Pansus asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahfudz Siddiq, menyebutkan, ada upaya agar fraksi partai yang tergabung di dalam koalisi memiliki sikap yang sama dalam rekomendasi Pansus Century.

"Ada upaya untuk Pansus ini, minimal fraksi koalisi punya draf rumusan bersama. Sebagai pimpinan koalisi, ya kita mau mendengarkan dulu, draf yang ditawarkan Demokrat seperti apa," kata Mahfudz, yang juga Ketua Tim Perumus Rekomendasi Pansus, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (1/3/2010).

Namun, jelas Mahfudz, dari penjelasan Demokrat atas draf yang disusunnya, belum tercapai kata sepakat. Termasuk dalam pertemuan yang malam tadi dikabarkan digelar di kediaman petinggi Demokrat, Syarif Hassan.

Mahfudz membantah pernyataan Ketua Fraksi Demokrat Anas Urbaningrum yang mengatakan sudah ada kata sepakat di antara partai koalisi. "Tidak ada kesepakatan apa-apa. Soal mesra kita tetap mesra. Tapi soal sikap fraksi, tidak ada kesepakatan," tegasnya.

Sore ini, Tim Perumus Pansus akan melakukan pleno terakhir untuk membahas draf rekomendasi akhir sebelum dibacakan di hadapan Sidang Paripurna DPR pada Selasa besok.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau