Permohonan pailit

Mbak Tutut Minta Pelajari Bukti Literati

Kompas.com - 01/03/2010, 17:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Siti Hardijanti Rukmana atau dikenal dengan sapaan Mbak Tutut memberikan jawaban atas pengajuan permohonan pailit oleh Literati Capital Investment Limited terhadap dirinya. Hal tersebut disampaikan dalam sidang lanjutan permohonan pailit tersebut di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Sidang yang diketuai Hakim Yulman ini seyogianya digelar dengan agenda penyampaian jawaban dari Mbak Tutut. Namun, melalui kuasa hukumnya, putri mendiang Presiden Soeharto itu justru mengajukan permohonan untuk mempelajari bukti yang telah disampaikan Literati.

"Mengajukan permohonan salinan bukti yang sudah disampaikan penggugat (Literati) ke Majelis Hakim," kata Benny Ponto, kuasa hukum Mbak Tutut seusai sidang di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Senin (1/3/2010).

Menurut pengacara dari kantor Kailimang & Ponto itu, bukti tersebut akan dipakai sebagai bahan untuk menyampaikan jawaban.

Sementara itu, Literati mengaku keberatan terhadap permohonan Mbak Tutut karena bukti tersebut sudah disampaikan ke pengadilan melalui panitera berbarengan dengan pengajuan permohonan pailit. "Toh soal bukti itu sudah ada agendanya sendiri," kata Andi F Simangungsong, kuasa hukum Literari Capital Investment Limited.

Meski demikian, pengadilan tetap memberikan kesempatan terhadap Mbak Tutut untuk mempelajari bukti yang telah disampaikan oleh Literati untuk keperluan menyusun jawaban. Rencananya, jawaban Mbak Tutut ini bakal disampaikan pada persidangan berikutnya, Kamis (4/3/2010). (Yudho Winarto/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau