Jibril: Dakwaan Jaksa Imajinatif dan Membingungkan

Kompas.com - 02/03/2010, 11:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam nota keberatannya, terdakwa kasus dugaan tindak terorisme, Muhammad Jibril alias Muhammad Ricky Ardhan, mengatakan bahwa dakwaan kesatu jaksa penuntut umum, yaitu menyembunyikan informasi, sangat imajinatif.

”Jaksa dalam dakwaan kesatunya berdasarkan asumsi dan kesimpulan-kesimpulan dari penyidik, bukan berdasarkan fakta yang menunjukkan keterlibatan saya secara sengaja,” ujar Jibril dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2010).

Menurut Jibril, yang pagi tadi mengenakan baju koko hitam, dirinya mengherankan kenapa jaksa penuntut umum tidak menyebutkan bantuan atau kemudahan yang diberikannya kepada Noordin M Top dan Saefudin Zuhri. Padahal, dalam dakwaannya, jaksa menjerat Jibril dengan telah memberikan bantuan dan kemudahan terhadap pelaku terorisme dan menyembunyikan informasi.

Sebelum persidangan, Jibril mengatakan, dirinya hanyalah seorang jurnalis. Jadi, kalaupun didakwa menyembunyikan informasi keberadaan Noordin M Top, perlu kejelasan dari mana versi itu. ”Informasi siapa, Noordin? Versi siapa. Saya tidak menyembunyikan informasi, tapi saya memberikan informasi. Saya ini jurnalis,” ujarnya.

Katanya, ”Jadi, tuduhan pendanaan dan menyembunyikan informasi sangat jauh sekali. Menurut saya, memberikan informasi dunia Islam yang dilanda konflik kan tidak ada salahnya.”

Dengan dakwaan jaksa tersebut, Jibril terancam hukuman pidana penjara paling singkat selama tiga tahun dan paling lama 15 tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau