Hatta Tak Mau Buru-Buru Komentari Paripurna Century

Kompas.com - 02/03/2010, 13:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN)  Hatta Rajasa yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tak mau buru-buru mengomentari rapat paripurna yang membahas kinerja pansus Century. Dia mengaku, dirinya belum mengikuti jalannya rapat paripurna yang digelar mulai pukul 10.00, Selasa (2/3/2010) ini. 

"Saya sendiri belum mengikuti, bagaimana mau menjawab. Tunggu nanti laporan dari fraksi. Nanti saja," kata Hatta saat ditemui di Kantornya, Jakarta, hari ini. 

Sebelumnya, rapat paripurna pansus Century membacakan delapan kesimpulan dan rekomendasi pertama atau opsi A. 

Menaggapi hal itu, Hatta mempertegas bahwa sikap fraksi PAN memang memilih untuk tidak tidak menyebutkan nama yang dianggap bertanggungjawab dalam kasus Century.

Pasalnya, pihaknya menilai kebijakan penggelontoran dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun ke Bank Century telah dilakukan sesuai otoritas dan kewenangan Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK dan Gubernur Bank Indonesia saat itu, Boediono. 

"Saya kira Fraksi PAN sepeti itu. Memang enggak etis menyebutkan nama. Kebijakan itu sesuai otoritas dan kewenangannya. Kalau dalam pelaksanaannya ada penyimpangan prosesnya disesuaikan sehingga kalau ada masalah administratif proses saja, kalau ada masalah hukum ya proses saja secara hukum," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau