DENPASAR, KOMPAS.com - Kasus arak methanol di Desa Sampalan Klod dan Sampalan Tengah, Kecamatan Dawan, Klungkung Bali yang menewaskan dua orang, nampaknya menjadi pelajaran yang berharga bagi korban selamat yang saat ini masih menjalani perawatan di RSUP Sanglah Denpasar.
Mereka yang lebih beruntung dari rekan yang tewas mengaku tidak akan menyentuh minuman keras lagi. "Saya kapok minum lagi, ini yang terakhir,” Ujar Komang Ari Sugiantara, warga Desa Sampalan Tengah yang kini masih tergolek lemas di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUP Sanglah Denpasar.
Pemuda 23 tahun ini mengaku menggelar acara minum-minum setelah merayakan Saraswati sabtu lalu. Dia dan sembilan orang rekannya membeli 2 botol arak di warung penjual arak sekitar rumah mereka. “Rasanya beda dari biasanya, baunya lebih menyengat tapi lebih enak,” cerita Ari Sugiartana yang mengaku hanya mencampur arak dengan salah satu produk minuman suplemen.
Komang Ari Sugiartana merupakan salah satu korban pesta arak di desa Sampalan Tengah, sementara sembilan rekan lainnya masih dirawat di RSUD Klungkung dan rencananya hari ini akan dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang