Korban Arak Methanol: Saya Kapok Minum!

Kompas.com - 02/03/2010, 13:41 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Kasus arak methanol di Desa Sampalan Klod dan Sampalan Tengah, Kecamatan Dawan, Klungkung Bali yang menewaskan dua orang, nampaknya menjadi pelajaran yang berharga bagi korban selamat yang saat ini masih menjalani perawatan di RSUP Sanglah Denpasar.

Mereka yang lebih beruntung dari rekan yang tewas mengaku tidak akan menyentuh minuman keras lagi. "Saya kapok minum lagi, ini yang terakhir,” Ujar Komang Ari Sugiantara, warga Desa Sampalan Tengah yang kini masih tergolek lemas di Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUP Sanglah Denpasar.

Pemuda 23 tahun ini mengaku menggelar acara minum-minum setelah merayakan Saraswati sabtu lalu. Dia dan sembilan orang rekannya membeli 2 botol arak di warung penjual arak sekitar rumah mereka. “Rasanya beda dari biasanya, baunya lebih menyengat tapi lebih enak,” cerita Ari Sugiartana yang mengaku hanya mencampur arak dengan salah satu produk minuman suplemen.

Komang Ari Sugiartana merupakan salah satu korban pesta arak di desa Sampalan Tengah, sementara sembilan rekan lainnya masih dirawat di RSUD Klungkung dan rencananya hari ini akan dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau