Obligasi Negara Diserap Pasar Rp 5,8 Triliun

Kompas.com - 02/03/2010, 16:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan menerbitkan tiga seri obligasi negara yang pada akhirnya diserap oleh pelaku pasar sebesar Rp 5,8 triliun. Adapun total penawaran yang masuk selama masa lelang mencapai Rp 13,013 triliun, sehingga terjadi kelebihan penawaran terhadap jumlah obligasi yang diserap pelaku pasar sebesar 2,24 kali.

Demikian siaran pers yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang, Kementerian Keuangan yang diterima Kompas di Jakarta, Selasa (2/3/2010). Tiga seri Surat Berharga Negara (SBN) yang diterbitkan kali ini adalah SPN20110303, FR0027, dan FR0052. Ketiganya masing-masing diserap oleh investor sebesar Rp 1,85 trilun, Rp 1,25 triliun, dan Rp 2,7 triliun.

Pemerintah melepas ketiganya dengan imbal hasil rata-rata tertimbang masing-masing 6,89 persen; 8,47 persen; dan 10,72 persen. Perbedaan imbal hasil ini mengikuti waktu jatuh tempo dari masing-masing seri, semakin panjang masa jatuh tempo semakin tinggi imbal hasil yang diminta oleh investor.

Dana yang diperoleh pemerintah dari hasil penerbitan ketiga seri ini akan digunakan untuk menutup sebagian dari target penerbitan SBN tahun 2010 yang ditetapkan senilai Rp 175,6 triliun. Total penerbitan SBN yang sudah dilakukan pemerintah sejak awal tahun 2010 hingga 2 Maret 2010 sudah melampaui 25 persen dari target penerbitan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau