KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Menteri Pertahanan Malaysia A Zahid Hamidi membantah keterlibatan Angkatan Tentara Malaysia atau ATM dalam pelatihan teroris di Aceh, setelah ditemukan beberapa seragam tentara yang mirip dengan seragam ATM.
Menhan Zahid Hamidi mengatakan, dirinya telah meminta Kedubes Malaysia di Jakarta untuk mendapatkan laporan lengkap Polri mengenai kasus ini, demikian dilaporkan media massa Malaysia, Selasa (2/3/2010).
Ia menegaskan, tak mungkin ada keterlibatan, baik langsung atau tidak, oleh ATM pada kegiatan pemberontakan atau terorisme di negara tetangganya.
Menhan Malaysia mengatakan itu terkait dengan pemberitaan kepolisian Aceh yang menggerebek markas pelatihan teroris di kawasan hutan Jalin, Aceh Besar. Diduga, sekitar 50 orang sering melakukan latihan militer untuk tujuan terorisme.
Ketika dilakukan serbuan oleh 100 anggota polisi, mereka melakukan tembakan sehingga terjadi baku tembak. Setelah 14 jam kemudian, polisi dapat melumpuhkan perlawanan mereka dan membongkar markas mereka.
Polisi kaget melihat lokasi pelatihan militer itu punya senjata api yang lengkap, pisau komando, teleskop, ransum tentara, beberapa stel pakaian tentara mirip dengan ATM, dan tenda.
Semua temuan itu kemudian dibawa ke Mabes Polri Jakarta untuk penyelidikan lebih lanjut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang