Menhan Malaysia Bantah Keterlibatan ATM

Kompas.com - 02/03/2010, 17:59 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Menteri Pertahanan Malaysia A Zahid Hamidi membantah keterlibatan Angkatan Tentara Malaysia atau ATM dalam pelatihan teroris di Aceh, setelah ditemukan beberapa seragam tentara yang mirip dengan seragam ATM.

Menhan Zahid Hamidi mengatakan, dirinya telah meminta Kedubes Malaysia di Jakarta untuk mendapatkan laporan lengkap Polri mengenai kasus ini, demikian dilaporkan media massa Malaysia, Selasa (2/3/2010).

Ia menegaskan, tak mungkin ada keterlibatan, baik langsung atau tidak, oleh ATM pada kegiatan pemberontakan atau terorisme di negara tetangganya.

Menhan Malaysia mengatakan itu terkait dengan pemberitaan kepolisian Aceh yang menggerebek markas pelatihan teroris di kawasan hutan Jalin, Aceh Besar. Diduga, sekitar 50 orang sering melakukan latihan militer untuk tujuan terorisme.

Ketika dilakukan serbuan oleh 100 anggota polisi, mereka melakukan tembakan sehingga terjadi baku tembak. Setelah 14 jam kemudian, polisi dapat melumpuhkan perlawanan mereka dan membongkar markas mereka.

Polisi kaget melihat lokasi pelatihan militer itu punya senjata api yang lengkap, pisau komando, teleskop, ransum tentara, beberapa stel pakaian tentara mirip dengan ATM, dan tenda.

Semua temuan itu kemudian dibawa ke Mabes Polri Jakarta untuk penyelidikan lebih lanjut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau