MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak 25 anak jalanan binaan Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur dan Komunitas Aku Juga Anak Bangsa, menyerbu Mapolresta Malang untuk memprotes ulah oknum anggota Samapta polresta setempat yang telah melakukan diskriminasi kepada tiga rekannya.
Puluhan anak jalanan tersebut langsung menuju lobi Mapolresta Malang dan memprotes perlakuan petugas terhadap tiga rekannya, Dewi (14), Ana (14), dan Fery (19) saat ketiganya sedang makan pagi di perempatan Jalan Ahmad Yani, Kota Malang.
"Kami prihatin dengan tindakan para petugas yang tega menyeret anak-anak yang tidak tahu apa salahnya. Mereka pada waktu itu sedang makan pagi," kata Ketua Umum Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur dan Komunitas Aku Juga Anak Bangsa, Tedja Bawana, di Mapolresta Malang, Selasa (2/3/2010).
Ia juga menyesalkan tindakan petugas dari kepolisian, sebab sebagai penegak hukum serta pengayom dari masyarakat, mereka seharusnya melindungi anak-anak sebagai penerus bangsa dan bukan sebaliknya memusuhi dan bertindak diskriminasi terhadap mereka.
Menurut Tedja, salah satu korban yakni Dewi baru saja keluar dari rumah sakit menjalani perawatan. Dengan tindakan sewenang-wenang dari aparat kepolisian itu, korban menjadi trauma.
Tedja juga menyesalkan perlakuan aparat kepolisian terhadap ketiga anak jalanan tersebut karena selama ditahan mereka tidak diberi makan sama sekali.
Menanggapi aksi puluhan anak jalanan tersebut, Kepala Samapta Polresta Malang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Susanto menyampaikan permintaan maaf atas tindakan anggotanya tersebut.
"Kami akui petugas kami memang khilaf dan dengan tulus kami meminta maaf pada semua pihak, terutama anak jalanan yang telah kami tahan," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang