MALANG, KOMPAS.com - Hanya 20 persen kebutuhan susu nasional yang dipasok dari produksi sapi perah lokal, sementara sisanya dari impor. Padahal, pertumbuhan produk olahan susu mencapai 13 persen per tahun.
"Setiap tahun memang terjadi peningkatan pasokan susu, namun tetap tidak mencukupi kebutuhan industri," kata Pariatmoko, Section Head Dairy Development PT Nestle Indonesia.
"Kami menargetkan ke depan terjadi peningkatan rasio 60 persen untuk susu lokal," katanya di sela kunjungan wartawan ke koperasi peternak sapi di Pujon, Malang, Jawa Timur.
Di Jatim, tata-rata sapi indukan yang produktif setiap hari menghasilkan 10-12 liter susu segar. Jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan China. Sapi perah di sana bisa menghasilkan sekitar 60 liter susu segar setiap hari. "Cuaca di China lebih sejuk dibanding Indonesia sehingga sapi juga lebih produktif," jelas Pariatmoko.
Untuk meningkatkan industri pengolahan susu Indoesia, para peternak harus meningkatkan manajemen peternakan. "Mulai dari pakan, kebersihan, hingga kesehatan sapi harus dijaga agar mutu susu yang dihasilkan meningkat," katanya. PT Nestle Indonesia sendiri, mengimpor susu dari Australia, Selandia Baru dan Eropa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang