Boediono-Sri Mulyani di Ujung Tanduk?

Kompas.com - 03/03/2010, 14:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mayoritas fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat dalam Rapat Paripurna, Rabu (3/3/2010) memilih opsi C dalam kasus bail out Bank Century. Opsi ini memandang bahwa ada pelanggaran peraturan perundang-undangan dalam penetapan kebijakan bail out Bank Century. Pelanggaran tersebut juga melahirkan penyalahgunaan wewenang hingga terjadi dugaan tindak pidana, mulai dari tindak pidana umum, tindak pidana perbankan, tindak pidana pencucian uang, hingga tindak pidana korupsi.

Dalam opsi itu, nama Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani termaktub sebagai pihak yang bertanggunjawab. Boediono dan Sri Mulyani di ujung tanduk? "Ya, kalau akhirnya Rapat Paripurna memutuskan memilih opsi C, Boediono dan Sri Mulyani secara politis berada di ujung tanduk," ujar peneliti senior Lembaga Survei Indonesia Burhanudin Muhtadi yang dihubungi Kompas.com, Rabu.

Ia menjelaskan, opsi C memiliki implikasi politik yang panjang. Opsi ini, lanjut dia, bisa dikatakan sebagai vonis bersalah secara politik terhadap Boediono dan Sri Mulyani. "Dengan opsi ini, Parlemen mendapat pintu masuk untuk mengajukan hak menyatakan pendapat yang bisa berujung pada pemakzulan terhadap Boediono dan pelengseran Sri Mulyani," jelas dia.

Selanjutnya, tambahnya, opsi ini juga menjadi sinyal kepada lembaga-lembaga penegak hukum yaitu Kepolisian, Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi, untuk segera bertindak sesuai dengan vonis politik ini. Dengan begitu, proses lanjutannya adalah Boediono dan Sri Mulyani akan menghadapi proses hukum.

"Kalau ini yang terjadi situasi politik Indonesia setidaknya setahun ke depan akan panas. Hubungan SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono), Demokrat dengan partai koalisi akan semakin tidak enak. Artinya, energi bangsa ini akan kembali terkuras untuk urusan politik," kata dia.

Saat ini rapat paripurna masih diskors. Pimpinan fraksi dan pimpinan DPR sedang melakan lobi untuk menentukan mekanisme pengambilan keputusan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau