Sri Mulyani Hari Ini Tampil Beda

Kompas.com - 03/03/2010, 16:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sikap DPR atas skandal kasus Bank Century (kini Bank Mutiara) bakal ditentukan hari ini dalam Rapat Paripurna DPR. Kesimpulan di rapat paripurna ini akan turut berpengaruh terhadap keberlangsungan jabatan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan.

Meski demikian, tampaknya Menteri Keuangan terbaik Asia tahun 2006 ini menanggapi santai jalannya rapat paripurna. Hari ini, saat DPR tengah panas membahas rapat paripurna, wanita paling berpengaruh kedua di Indonesia versi majalah Globe Asia ini memilih untuk mengenakan rok terusan berwarna putih dengan corak kembang-kembang berwarna biru.

Banyak pihak percaya, pilihan warna pakaian yang dikenakan akan membantu memengaruhi suasana hati. Seperti halnya warna merah yang disimbolkan sebagai keberanian, warna putih sebagai lambang kesucian, maka warna biru disimbolkan sebagai perdamaian. Warna dominan biru ini juga identik dengan partai pemenang pemilu, Partai Demokrat.

Pakaian yang dikenakan Menkeu ini agak berbeda dengan biasanya. Adatnya, Menkeu lebih memilih mengenakan pakaian yang menunjukkan identitas bangsa Indonesia, seperti baju batik ataupun tenun.

Warnanya juga lebih didominasi oleh warna-warna lembut alam, seperti coklat ataupun hijau. Meski demikian, toh hari ini Sri Mulyani tetap tampak anggun mengenakan rok terusan putih dengan corak biru ini.

Saat ditanya komentarnya soal jalannya rapat paripurna, Menkeu siap ”berhadapan” dengan Pansus untuk membuktikan bahwa keputusan bail out Century yang diambil oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) telah benar.

”Kalau (Pansus) punya pandangan hukum, kami juga punya pandangan hukum. Kita cocok-cocokan saja. Ini pandangan pemerintah, ini pandangan Pansus. Jadi ya kita lihat sajalah forumnya apa yang paling tepat untuk menilai landasan hukum yang paling tepat,” cetusnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau