All england

Lewati Kualifikasi? Maria Kristin Ditunggu Tembok China

Kompas.com - 03/03/2010, 18:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Maria Kristin Yulianti bakal melewati jalan yang sangat terjal pada turnamen bulu tangkis bergengsi All England di NIA Birmingham. Pasalnya, dia harus lebih dulu melewati dua pertandingan kualifikasi kejuaraan berhadiah 200.000 dollar AS tersebut, sebelum bertemu lawan yang berat di babak utama.

Ya, Maria Kristin terpaksa harus berjuang dari babak kualifikasi untuk menapakkan kakinya di babak utama. Ini terjadi lantaran posisi peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 tersebut dalam daftar ranking BWF terpuruk di urutan 53.

Pada partai perdana, Selasa (9/3/2010), Maria yang pernah menjadi pemain putri nomor satu Indonesia tersebut akan bertemu dengan pemain Slowakia, Maja Tvrdy. Jika menang, dalam hari yang sama dia akan bertemu dengan pemenang antara unggulan empat kualifikasi Larisa Griga (Ukraina) dan Lydia Li Ya Cheah (Malaysia).

Jika berhasil melewati dua rintangan tersebut, Maria Kristin langsung menghadapi tembok kokoh China. Berdasarkan undian, di babak pertama All England, jalur kualifikasi yang dilewati Maria Kristin sudah harus bertemu dengan unggulan kelima dari China, Wang Xin. Ini termasuk lawan terberat karena Maria Kristin pernah kalah menghadapi pemain tersebut.

Di kejuaraan ini, para pemain top Indonesia ambil bagian. Dari Pelatnas Cipayung, PB PBSI mengirim Maria Kristin, Adriyanti Firdasari, dan Maria Febe Kusumastuti di nomor tunggal putri. Dua pemain terakhir tersebut tidak diunggulkan, tetapi langsung tampil di babak utama yang mulai dipertandingkan Rabu (10/3/2010), di mana Firdasari menantang pemain Hongkong, Wang Chen, dan Maria Febe bertemu pemain China, Wang Shixian.

Di sektor tunggal putra, ada tiga pemain Pelatnas yang juga tidak masuk unggulan. Mereka adalah Sony Dwi Kuncoro yang akan bertemu pemain China, Du Pengyu; Simon Santoso yang akan menantang pemain Malaysia, Wong Choong Hann; serta Dionysius Hayom Rumbaka, yang juga langsung menghadapi raksasa China, Chen Jie, yang menjadi unggulan ketiga.

Selain tiga pemain Pelatnas tersebut, di sektor tunggal putra masih ada satu nama yang kini tak lagi bernaung di bawah atap Pelatnas Cipayung, yaitu Taufik Hidayat. Peraih medali emas Olimpiade Athena ini menempati unggulan keempat, dan akan ditantang pemain Hongkong, Hu Yun.

Pada sektor ganda putra, ada dua pasangan dari Pelatnas yang ambil bagian. Finalis Jepang Terbuka Super Series 2009, Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, akan bertemu pasangan Denmark, Rasmus Bonde/Simon Mollyhus, serta Mohammad Ahsan/Bona Septano yang menantang unggulan lima dari China, Cai Yun/Fu Haifeng.

Dari sektor ini, Indonesia masih bisa berharap meraih gelar lewat dua pasangan non-Pelatnas, yaitu Markis Kido/Hendra Setiawan dan Hendra Aprida Gunawan/Alvent Yulianto Chandra. Di babak pertama, Kido/Hendra, mantan pemain Pelatnas yang menjadi unggulan ketiga, bertemu dengan pasangan Jepang, Naoki Kawamae/Shoji Sato, serta Hendra AG/Alvent (unggulan 6) ditantang pemain China, Chai Biao/Zhang Nan.

Untuk nomor ganda putri, hanya ada dua pasangan dari Pelatnas yang ambil bagian. Namun, kali ini PBSI melakukan perubahan dengan "menceraikan" pasangan tersebut dan "disilangkan". Greysia Polii yang biasanya berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari dipisahkan, begitu juga dengan Shendy Puspa Irawati yang selalu berpasangan dengan Meiliana Jauhari. Kali ini, Greysia menjadi tandem Meiliana dan Nitya berpasangan dengan Shendy.

Sementara itu, di sektor ganda campuran, Indonesia memiliki tiga wakil yang terdiri dari dua pasangan Pelatnas dan satu non-Pelatnas.

Ganda campuran nomor satu di Tanah Air, Nova Widianto/Liliyana Natsir, yang menjadi unggulan kedua, akan ditantang pasangan Malaysia, Koo Kean Keat/Wong Pei Tty, sedangkan pasangan non-unggulan Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet menghadapi pasangan Inggris, Anthony Clark/Heather Olver. Ganda campuran non-Pelatnas, Hendra AG/Vita Marissa (unggulan 8), bertemu dengan pemain Rusia, Vitalij Durkin/Nina Vislova.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau