JAKARTA, Kompas.com - Persitara Jakarta Utara mulai unjuk gigi sebagai salah satu tim Liga Super Indonesia. Pada laga perdananya pasca perombakan materi pemain secara besar-besaran, tim berjuluk "Laskar si Pitung" ini menggilas PSPS Pekanbaru 5-2 (0-1) di Stadion GOR Mahasiswa Sumantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2010).
"Kemenangan ini membahagiakan kami. Ini juga akan menjadi modal spirit bagi kami untuk menjalani derbi melawan Persija Jakarta pada 7 Maret mendatang," kata Manajer tim Persitara, Hary Ruswanto usai menyaksikan pertandingan.
Sayang, pertandingan tim Persitara tak bisa disaksikan suporternya NJ Mania. Hal itu terkait dengan keputusan Polda Metro Jaya yang secara sepihak melarang laga Persitara vs PSPS disaksikan penonton, hanya beberapa jam menjelang laga.
Sementara itu, Ketua Panpel Persitara Fachri Sinaga mengatakan, pihaknya sudah mencetak 5.000lembar tiket pertandingan. Akibatnya, manajemen Persitara mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta dari beragam kepentingan yang sudah dilakukan, termasuk pencetakan tiket. "Mengapa sepak bola selalu menjadi korban," tegas Fachri .
Pertandingan Persitara vs PSPS sejatinya digelar normal dengan penonton. Tetapi, Rabu (3/3) pagi, atau beberapa jam menjelang laga digelar, Polda Metro Jaya melarang pertandingan tersebut disaksikan penonton. Alasannya, aparat Polda berkonsentrasi mengamankan Sidang Paripurna Bank Century.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang