Priyo Persilakan Ada Opsi AC

Kompas.com - 03/03/2010, 20:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso mempersilakan adanya opsi lain yakni opsi AC yang digagas PKB, PPP, dan PAN. Namun, Priyo mengatakan, jika opsi AC tidak jelas wujud dan bentuknya layaknya hantu maka akan didrop.

Namun, ujar Priyo, floor memberi kesempatan kepada mereka untuk mengatakan pendapatnya. "Ini bukan karena kami melunak. Tapi memang memberikan waktu buat mereka. Kita pasti menang. Karena AC itu enggak ada konsepnya," ujar Priyo, Rabu (3/3/2010).

Ketika ditanyakan bagaimana konsep opsi AC itu, Priyo mengatakan bahwa tadi di dalam juga tidak bisa memberikan konsep yang jelas. "Biarkan paripurna putuskan. Dia paksakan. Mereka jelaskan juga enggak jelas itu. Kita kasih tugas fraksi yang memberikan pilihan itu PAN, PPP, atau PKB," katanya.

Sementara itu, Andi Rahmat dari PKS menambahkan, dirinya juga tidak melunak. Namun, memang kalau dipaksakan bisa deadlock. "Mereka menjelaskan mutar-mutar dan begitu. Kalau dibiarkan bisa panjang. Kalau deadlock enggak jadi apa-apa," kata Andi.

Menurut Andi, masalahnya cuma sepele. Mereka yang memilih opsi AC ini juga harus memiliki kelegaan jiwa. "Masalahnya kelegaan jiwa saja. Publik harus tahu konsep AC ini seperti apa. Tapi kita tetap C dan yakin menang," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau