5 Tanda Anda Kekurangan Tidur

Kompas.com - 04/03/2010, 00:38 WIB

KOMPAS.com - Tubuh kita memberikan sinyal yang mengatakan bahwa kita sedang kelelahan. Namun kita seringkali terbiasa untuk menjalani hari-hari yang kekurangan tidur sehingga tidak menyadari betapa lelahnya kita. Hutang tidur bukanlah sesuatu yang bisa kita bayar di akhir minggu. Akan perlu waktu berminggu-minggu untuk membangun kebiasaan tidur yang lebih baik. Sebelum itu, ada baiknya Anda mengetahui apa saja tanda-tanda bahwa Anda kekurangan tidur.

1. Merasa frustasi dengan pertanyaan-pertanyaan simpel
Anda gampang sekali merasa frustasi untuk memutuskan suatu hal. Ketika Anda lelah, Anda akan sulit membedakan informasi yang penting dan yang tidak relevan. Ketika Anda kekurangan tidur, tubuh dan otak Anda berada dalam keadaan lelah, dan dalam keadaan ini, seseorang akan lebih berani bertaruh dengan hasil akhir pekerjaan yang ia lakukan, dan mengalami kesulitan untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan lain.

2. Anda sudah makan seharian, dan Anda masih tetap lapar
Studi menunjukkan bahwa kekurangan tidur kronis bisa mengganggu tingkat gula darah dan menyebabkan tubuh kurang memproduksi leptin. Leptin adalah hormon yang membuat kita merasa kenyang. Karena perubahan fisiologis ini, Anda akan lebih mudah makan berlebihan. Makanan yang diasup pun bukan makanan yang bernutrisi. Mereka yang kekurangan tidur akan lebih merasa kenyang ketika ia memakan karbohidrat, mungkin lebih karena tubuh butuh semacam pemicu semangat. Kekurangan tidur juga bisa menguras diri, membuat Anda untuk memilih kue manis ketimbang wortel.

3. Anda jadi sering terkena demam
Kekurangan tidur akan membuat si pemilik tubuh rentan terinfeksi virus. Hal ini pernah dibuktikan lewat sebuah studi, bahwa mereka yang tidur kurang dari 7 jam akan lebih mudah terserang flu ketimbang yang tidur 8 jam per hari.

4. Emosi yang naik-turun
Tanpa tidur yang cukup, Anda akan lebih rentan secara emosional. Dalam sebuah studi terlihat bahwa ada bagian dalam otak yang tidak cukup kuat bekerja. Dari studi itu juga bisa diambil keputusan bahwa otak sulit mengatur emosi kala tubuh kurang mendapatkan istirahat yang cukup. Ketika kita kekurangan tidur, kita juga menemukan bahwa otak kita yang lelah menyimpan memori negatif ketimbang memori yang positif atau netral. Sebagai hasilnya, kita akan lebih mudah merasa depresi ketika kekurangan tidur.

5. Ceroboh
Para peneliti telah mengakumulasi bukti bahwa mereka yang kekurangan tidur akan mengalami kemampuan motorik yang menurun. Mereka yang mengantuk akan cenderung jadi lebih ceroboh. Refleks yang kurang berfungsi sempurna, kekurangan fokus, akan membuat Anda sulit untuk bereaksi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau