Malam Jumat, Presiden Bicara soal Century

Kompas.com - 04/03/2010, 10:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (4/3/2010) malam ini dijadwalkan akan menyampaikan pidatonya terkait kemelut kasus Bank Century.

Pidato ini disampaikan tepat satu hari setelah Sidang Paripurna DPR RI memutuskan adanya kesalahan dalam penyaluran Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dan Penyertaan Modal Sementara.

"Pidato akan disampaikan di Istana Merdeka pukul 20.00," ujar Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis.

Rencana penyampaian pidato ini sebenarnya telah diutarakan Presiden, Kamis pekan lalu ketika membuka Sidang Kabinet Paripurna dengan agenda tunggal pembahasan RUU APBN Perubahan 2010.

"Saya sudah rancang pidato langsung ke rakyat. Sebagai kepala negara, tentu saya yang paling bertanggung jawab dengan apa yang terjadi di negeri ini, di bidang pembangunan," ujar Presiden.

Saat itu, Presiden mengaku secara tidak langsung kerap dimintai tanggapan soal pandangan akhir fraksi-fraksi yang tergabung pada Pansus Hak Angket Kasus Bank Century. Namun dirinya mengaku tidak mau bereaksi terhadap berbagai isu setiap harinya.

"Kalau itu saya lakukan, pastilah yang terjadi gonjang-ganjing. Bisa-bisa saya tertarik ke situ untuk menanggapi isu harian," lanjut Presiden saat itu.

Namun demikian, Presiden mengaku terus mengikuti dinamika yang terjadi karena hal ini penting sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan dalam memimpin pemerintahan.

Ditambahkannya, jika ada isu-isu yang bergerak setelah dirinya menyampaikan pidato, hal ini akan diserahkannya kepada anggota Kabinet Indonesia Bersatu jilid II untuk menanggapinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau