Yang Dibutuhkan Anak Jalanan Kasih Sayang Saja

Kompas.com - 04/03/2010, 12:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah seharusnya menggunakan pendekatan kasih sayang dalam menyelesaikan masalah anak jalanan. Demikian dikatakan Sekjen Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dalam diskusi kelompok terfokus yang bertajuk ”Anak Jalanan dan Sisi Kelam Persoalan Perlindungan Hak Anak”. 

”Yang dibutuhkan oleh mereka sangat sederhana, kasih sayang saja. Jika pemerintah sayang anak jalanan, selesai masalah,” ujarnya dalam diskusi yang digelar di Komnas HAM, Jakarta, Kamis (4/3/2010), tersebut.

Arist juga mengatakan bahwa pendekatan keamanan, seperti menertibkan anak jalanan melalui tangan Satpol PP, bukanlah hal yang tepat. Seharusnya pemerintah, ungkap Arist, mengenali potensi anak-anak jalanan untuk kemudian memfasilitasi pengembangan potensi mereka. ”Itu harusnya bagaimana kita menggali potensi mereka. Pendekatan keamanan harus diubah jadi pendekatan kasih sayang,” kata Arist.

Diskusi terfokus mengenai anak jalanan tersebut merupakan acara rutin yang digelar Komnas HAM. Dalam diskusi tersebut, hadir pihak-pihak yang terkait dengan masalah anak jalanan, seperti perwakilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Komnas PA, Satpol PP, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta lembaga sosial masyarakat yang berkecimpung di bidang anak dan beberapa rumah singgah, seperti Ciliwung Sejahtera dan Sanggar Anak Akar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau