JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah seharusnya menggunakan pendekatan kasih sayang dalam menyelesaikan masalah anak jalanan. Demikian dikatakan Sekjen Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait dalam diskusi kelompok terfokus yang bertajuk ”Anak Jalanan dan Sisi Kelam Persoalan Perlindungan Hak Anak”.
”Yang dibutuhkan oleh mereka sangat sederhana, kasih sayang saja. Jika pemerintah sayang anak jalanan, selesai masalah,” ujarnya dalam diskusi yang digelar di Komnas HAM, Jakarta, Kamis (4/3/2010), tersebut.
Arist juga mengatakan bahwa pendekatan keamanan, seperti menertibkan anak jalanan melalui tangan Satpol PP, bukanlah hal yang tepat. Seharusnya pemerintah, ungkap Arist, mengenali potensi anak-anak jalanan untuk kemudian memfasilitasi pengembangan potensi mereka. ”Itu harusnya bagaimana kita menggali potensi mereka. Pendekatan keamanan harus diubah jadi pendekatan kasih sayang,” kata Arist.
Diskusi terfokus mengenai anak jalanan tersebut merupakan acara rutin yang digelar Komnas HAM. Dalam diskusi tersebut, hadir pihak-pihak yang terkait dengan masalah anak jalanan, seperti perwakilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Komnas PA, Satpol PP, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta lembaga sosial masyarakat yang berkecimpung di bidang anak dan beberapa rumah singgah, seperti Ciliwung Sejahtera dan Sanggar Anak Akar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang