JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Syarifuddin Hassan mengatakan, saat ini Partai Demokrat tengah merenungkan apa yang terjadi pada Rapat Paripurna DPR yang memutuskan adanya dugaan penyimpangan pada pemberian dan penyaluran dana talangan Bank Century.
”Kami baru saja disakiti. Sekarang kami menenangkan diri dulu,” ujar Syarif yang juga Menteri Urusan Koperasi dan UKM, seusai mengikuti presidential lecturer yang dibawakan mantan Sekretaris Jenderal Kofi Annan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2010).
Terkait kenyataan bahwa ada sejumlah anggota partai politik mitra koalisi yang berkhianat, Syarif menilai hal tersebut bukan disebabkan kegagalan Partai Demokrat dalam melakukan lobi politik. ”Ini adalah kegagalan memaknai arti kawan sejati,” ujarnya.
Apakah Partai Demokrat menyesal berkoalisi dengan parpol yang ”berkhianat”? Syarif hanya tersenyum. ”Penyesalan memang selalu datang terakhir,” ujarnya seraya tertawa.
Ditegaskannya, Partai Demokrat dalam waktu dekat akan mengambil langkah-langkah tertentu guna menyikapi sikap-sikap fraksi di parlemen, kemarin. Apakah termasuk kocok ulang susunan formasi kabinet? ”Segala sesuatu mungkin saja,” ujarnya singkat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang