JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah mengklaim pertumbuhan sektor pertanian dalam lima tahun terakhir mencapai 3,54 persen. Angka ini termasuk cukup tinggi dalam sejarah perekonomian Indonesia.
Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat membacakan pendapat akhir pemerintah terhadap RUU tentang Pertanggungjawaban Atas Pelaksanaan APBN 2008 di sela-sela rapat paripurna dalam rangka pengambilan keputusan tingkat II atas RUU Pertanggungjawaban pelaksanaan APBN 2008 di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Kamis (4/3/2010).
”Sektor pertanian kita cukup tinggi dalam lima tahun terakhir,” ungkap Menkeu.
Dia menjelaskan, pemerintah telah menjalankan program revitalisasi pertanian berupa bantuan kepada masyarakat, yaitu peningkatan subsidi pupuk dan benih, untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.
Saat ini, kata Menkeu, Indonesia juga telah mencapai swasembada beras. Diharapkan, dengan kebijakan sektor dan dukungan anggaran yang dilakukan secara bertahap, komoditas pangan lainnya juga akan mencapai tingkat swasembada. ”Pemerintah telah bersungguh-sungguh menjalankan program revitalisasi pertanian,” katanya.
Di samping itu, pemerintah juga terus menyempurnakan mekanisme penyaluran subsidi pupuk serta benih agar ketersediannya dapat memenuhi unsur tepat waktu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat mutu, dan tepat harga.
Harga eceran tertinggi (HET) pupuk ditentukan oleh pemerintah agar petani memperoleh pupuk dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga ekonomisnya sehingga dapat mengurangi biaya produksi usaha tani. Saat ini, pemerintah belum menaikkan HET pupuk sejak 2006.
Dia menjelaskan bahwa kegiatan impor yang dilakukan pemerintah selama ini merupakan langkah untuk menjaga kecukupan stok serta stabilitas harga komoditas di dalam negeri sehingga tingkat harga komoditas lebih dapat dijangkau oleh masyarakat luas dan tingkat inflasi dapat terkendali.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang