Pemerintah Klaim Sektor Pertanian Tumbuh 3,54 Persen

Kompas.com - 04/03/2010, 12:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah mengklaim pertumbuhan sektor pertanian dalam lima tahun terakhir mencapai 3,54 persen. Angka ini termasuk cukup tinggi dalam sejarah perekonomian Indonesia. 

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat membacakan pendapat akhir pemerintah terhadap RUU tentang Pertanggungjawaban Atas Pelaksanaan APBN 2008  di sela-sela rapat paripurna dalam rangka pengambilan keputusan tingkat II atas RUU Pertanggungjawaban pelaksanaan APBN 2008 di Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Kamis (4/3/2010). 

”Sektor pertanian kita cukup tinggi dalam lima tahun terakhir,” ungkap Menkeu.

Dia menjelaskan, pemerintah telah menjalankan program revitalisasi pertanian berupa bantuan kepada masyarakat, yaitu peningkatan subsidi pupuk dan benih, untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan.

Saat ini, kata Menkeu, Indonesia juga telah mencapai swasembada beras. Diharapkan, dengan kebijakan sektor dan dukungan anggaran yang dilakukan secara bertahap, komoditas pangan lainnya juga akan mencapai tingkat swasembada. ”Pemerintah telah bersungguh-sungguh menjalankan program revitalisasi pertanian,” katanya.

Di samping itu, pemerintah juga terus menyempurnakan mekanisme penyaluran subsidi pupuk serta benih agar ketersediannya dapat memenuhi unsur tepat waktu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat mutu, dan tepat harga.

Harga eceran tertinggi (HET) pupuk ditentukan oleh pemerintah agar petani memperoleh pupuk dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga ekonomisnya sehingga dapat mengurangi biaya produksi usaha tani. Saat ini, pemerintah belum menaikkan HET pupuk sejak 2006.

Dia menjelaskan bahwa kegiatan impor yang dilakukan pemerintah selama ini merupakan langkah untuk menjaga kecukupan stok serta stabilitas harga komoditas di dalam negeri sehingga tingkat harga komoditas lebih dapat dijangkau oleh masyarakat luas dan tingkat inflasi dapat terkendali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau