BAGHDAD, KOMPAS.com — Pemilihan parlemen Irak baru akan berlangsung 7 Maret mendatang, tetapi sebuah pemilihan permulaan telah dimulai Kamis pagi dan dilaporkan berjalan aman. Parlemen akan memilih sebuah pemerintahan yang akan menuntun Irak saat pasukan AS ditarik dan membantu menentukan apakah Irak dapat mengatasi persoalan sektarian yang telah memecah negara itu.
Ratusan ribu warga Irak diharapkan ambil bagian dalam pemilihan hari ini yang akan berlangsung sehari khusus bagi mereka yang mungkin tidak dapat mengikuti pemilihan pada hari Minggu mendatang, saat seluruh warga negara itu melakukan pemilihan. Para peserta pemilihan yang dilakukan lebih awal ini mencakup para tahanan, pasien rumah sakit, personel militer, dan pasukan keamanan yang akan bekerja pada hari pemilihan.
Seorang pejabat pemilihan dari Komisi Pemilihan Tinggi Independen,
Karim al-Tamimi, mengatakan, ”Pemilihan khusus itu telah dimulai dan berjalan baik. Prosesnya berjalan lancar dan aman.”
Misi Bantuan PBB untuk Irak memperkirakan, sekitar 600.000 hingga 700.000 orang dapat melakukan pemilihan pada Kamis ini. Sekitar 19 juta pemilih Irak memenuhi syarat untuk ikut serta dalam pemilihan yang juga akan dilakukan di 16 negara di seluruh dunia.
Pengamanan pada hari ini diperkirakan sangat ketat. Para pejabat di wilayah barat Provinsi Anbar mengumumkan larangan berkendara pada Kamis pagi. Di seluruh negara itu, ratusan ribu polisi dan militer membanjiri jalanan untuk mencegah para pemberontak yang telah memperingatkan bahwa mereka akan mencoba untuk mengacaukan pemilihan tersebut.
Rabu kemarin di kota Baqouba, para pelaku bom bunuh diri melakukan tiga serangan bom. Serangan itu menewaskan sedikitnya 32 orang. Menurut para pejabat setempat, serangan itu bertujuan untuk mencegah orang mengikuti pemilihan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang