Warga Sewan Tolak Digusur Tanpa Ganti Rugi

Kompas.com - 04/03/2010, 15:07 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Ratusan warga Kampung Sewan (sepanjang bantaran Kali Cisadane) Lebakwangi, Kota Tangerang, Kamis (4/3/2010), melakukan aksi demonstrasi dengan mendatangi pusat pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang di Jalan Satria Sudirman.

Mereka memprotes rencana penggusuran yang akan dilakukan pada Senin (8/3/2010) mendatang. Penggusuran dilakukan Pemkot Tangerang terkait dengan program kebersihan, ketertiban, dan keindahan di kawasan bantaran kali. "Kami tak mau digusur kalau tidak dapat ganti rugi," kata Edy, koordinator warga Sewan.

Edy mengatakan, warga sudah menerima surat perintah bongkar ketiga kali. "Tetapi sampai saat ini kami belum juga mendapat ganti rugi," tambah Edy.

Jika warga tidak mendapatkan kompensasi, kata Edy, berarti ada diskriminasi yang dilakukan kepada Pemkot Tangerang. "Penghuni bantaran kali yang lain, yang sebelumnya digusur, dapat uang ganti rugi. Masak kami enggak dapat uang ganti rugi. Ini namanya diskriminasi," papar Edy.

Perwakilan warga akhirnya diterima anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang, Gatot Purwanto. "Dewan akan mengawasi rencana penggusuran. Kami juga minta penggusuran ditunda sampai ada negosiasi," kata Gatot, anggota Dewan dari Fraksi Demokrat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau