Sambangi KPK, Kompak Minta Boediono dan SMI Diperiksa

Kompas.com - 04/03/2010, 15:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah elemen lembaga swadaya masyarakat, yang dimotori oleh Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi atau Kompak, mendatangi KPK, Kamis (4/3/2010). Mereka meminta KPK memeriksa mantan Gubernur BI yang kini menjabat Wapres, Boediono, dan Menkeu Sri Mulyani.

Desakan dan pelaporan ini sekaligus merupakan bentuk tindak lanjut dari hasil keputusan Rapat Paripurna DPR, Rabu kemarin, yang memutuskan opsi C dan menyatakan ada dugaan penyimpangan kasus Century serta diproses secara hukum.

Aktivis Kompak, Ray Rangkuti, mengatakan, KPK harus segera memeriksa kedua orang tersebut. Pasalnya, Sri Mulyani dan Boediono merupakan pihak yang paling bertanggung jawab dalam kebijakan bail out Bank Century.

”Dalam kaitan dengan tanggung jawab hukum dan kebijakan yang telah dikeluarkan, kami mendesak agar Boediono dan Sri Mulyani Indrawati segera diperiksa terlebih dahulu,” kata Ray Rangkuti di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.

Turut serta dalam pelaporan tersebut, Front Oposisi Rakyat Indonesia (FOR Indonesia) dan Gerakan Indonesia Bersih (GIB). Terlihat hadir, antara lain, sejumlah aktivis, Fadjroel Rahman, Effendy Ghazali, dan Oslan Purba.

Menurut Ray, KPK harus sesegera mungkin melakukan pemeriksaan terhadap keduanya. Pelaporan ini pun dimaksudkan agar KPK tidak ketinggalan momentum pasca-keputusan Rapat Paripurna DPR yang menyatakan ada penyimpangan dalam skandal Century. ”Sebentar lagi DPR mau reses. Nanti, kalau enggak begini, KPK bilang belum ada laporan,” ujarnya.

Ia juga mendesak agar KPK tidak ragu dalam mengusut sejumlah dugaan aliran dana Bank Century yang disinyalir juga mengalir ke sejumlah pejabat dan politisi. ”Ini harus segera ditindaklanjuti. Sebab, Pansus terbatas kewenangan yudisial dan teknis waktu bekerja yang dibatasi,” ujarnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau